Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Rencana Penambahan Wakil Menteri Bisa Berubah

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Damar Iradat • 15 November 2019 12:42
Jakarta: Rencana penambahan enam wakil menteri masih sebatas rencana. Usulan penambahan wakil menteri yang masuk ke Presiden Joko Widodo bahkan bisa berubah.
 
"Ya kan baru rencana, rencana kan bisa berubah. Baru rencana," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat, 15 November 2019.
 
Pernyataan Moeldoko ini sekaligus merespon kritik Ketua DPR Puan Maharani terkait penambahan wakil menteri. Moeldoko belum mau bicara apakah rencana itu akan dilanjutkan atau tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Moeldoko sebelumnya mengatakan, Presiden Jokowi berencana menambah enam orang wakil menteri. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman di lain kesempatan menyebut jika Jokowi belum berencana menambah posisi wakil menteri.
 
Menurut Fadjroel, jabatan baru yang tengah direncanakan yakni baru sebatas kursi wakil menteri pendidikan dan kebudayaan serta wakil panglima TNI. Untuk posisi lainnya belum dibicarakan.
 
Ketua DPR Puan Maharani mengkritik wacana penambahan wakil menteri (wamen) di Kabinet Indonsesia Maju. Hal ini bertentangan dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin merampingkan birokrasi.
 
"Tentu saja penambahan ini enggak efisien," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.
 
Kendati begitu, Puan tak mau berkomentar lebih jauh. Pasalnya, Jokowi yang mengetahui kebutuhan di kementeriannya.
 
Puan menyerahkan keputusan akhir kepada Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Bagaimana pun, Jokowi memiliki hak prerogatif untuk menambah atau mengurangi wamen.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif