'Romantisme' Orba Dinilai Tidak Nyata
Pengamat Politik Yunarto Wijaya. (Foto: MI/Susanto)
Jakarta: Politikus Partai Berkarya Titiek Soeharto melontarkan narasi menghendaki Indonesia kembali pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subainto-Sandiaga Uno. Pengamat Politik Yunarto Wijaya menyebut pernyataan Titiek tidak nyata.

"Sangat tidak substantif. Ini seperti demokrasi kultus; kita ingin kembali ke zaman bapak A atau bapak B. Kalau melihat pemilu dengan skala seperti itu yang ada tidak akan pernah bahas isu atau program-program secara substantif," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Kamis, 22 November 2018.

Yunarto menyayangkan kubu oposisi melihat pemilu hanya dalam konteks demokrasi kultus elitis. Seakan-akan demokrasi hanya milik Soeharto atau milik orang yang anti-Soeharto.


Pemilu, kata dia, bukan pertarungan antar-rezim apalagi digeneralisasi bahwa saat ini eranya Orde Lama, Orde Baru, atau Orde Reformasi. Ia menilai pemikiran semacam itu hanya akan membahayakan demokrasi bangsa.

"Harusnya yang dibicarakan itu bagaimana infrastruktur, bagaimana dalam demokrasi tidak dibungkam. Tidak bisa kemudian hanya digeneralisasi kembali ke zaman A, B, atau C. Pemikiran seperti itu harus direduksi terlebih dulu," ungkapnya.

Yunarto menilai narasi menjual rezim tertentu tidak akan dibeli oleh masyarakat, kendati hal itu adalah salah satu strategi. Penggunaan isu semacam itu disebut sengaja diembuskan agar masyarakat terbawa romantisme yang membuat mereka tidak mampu berpikir logis.

Satu contoh, generalisasi isu seakan-akan Orde Baru hanya distigmakan dengan swasembada beras. Faktanya, swasembada beras hanya terjadi pada 1984 hingga lima tahun setelahnya. Lepas itu impor beras justru terjadi bahkan saat Pemerintahan Soeharto mendapatkan penghargaan, Indonesia tetap mengimpor sekitar 414 ribu ton beras.

"Jadi jangan sampai digeneralisasi, kalau mau bahas satu per satu. Swasembada pangan seperti apa yang kita inginkan bukan menghamba pada sebuah pengkultusan," pungkasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id