Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Foto: Medcom.id/Adin.
Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Foto: Medcom.id/Adin.

Politikus Demokrat Pastikan PSI Tenggelam di Pemilu

Nasional pemilu serentak 2019
13 Januari 2019 19:01
Jakarta: Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean geram atas tudingan Ketua Umum PSI Grace Natalie soal 'The Prabowo Show'. Menurut Ferdinand, tak ada kebohongan dalam pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, seperti ditudingkan Grace.
 
Jika hal ini terus berlanjut, Ferdinand memastikan elektabilitas PSI semakin meredup. "Kita pastikan dia akan tenggelam dan tak akan masuk parlemen," kata Ferdinand, Minggu, 13 Januari 2019.
 
Menurutnya, apa yang dilakukan Grace keluar dari koridor dan fatsun etika berpolitik. Sebab Ketum PSI itu menuding Prabowo melakukan pertunjukan kebohongan. Sementara apa yang disampaikan eks Danjen Kopassus itu didasari laporan.
 
Ferdinand merinci soal temuan selang cuci darah yang digunakan hingga 40 kali. Hal tersebut merupakan fakta dan diterima Prabowo ketika berdialog dengan dokter. Kala itu, Prabowo menerima keluhan soal BPJS Kesehatan.
 
Contoh lain, kata Ferdinand, soal mark up pembangunan Light Rapid Trans (LRT). Prabowo pernah mengutarakan hal tersebut kepada publik, namun mendapat tudingan miring. Ujungnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui pembiayaan infrastruktur angkutan umum itu terlampau mahal.

Baca: Grace Membeberkan Kebohongan `The Prabowo Show`

Hal seperti itu, kata Ferdinand, sengaja dijadikan komoditas politik PSI. Ia menyebut bahwa partai baru itu berada di urutan terakhir, sehingga perlu upaya ekstra.
 
Termasuk cara Grace yang menciptakan sensasi yang berkelanjutan. "Kami tahu betul bagaimana grace harus mati-matian, bahkan menciptakan sensasi supaya partainya di ring pembicaraan," kata dia.
 
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu tak kaget dengan tingkah Grace dan partainya. Sebab di survei internal sendiri, PSI tak masuk radar pilihan masyarakat.
 
Ferdindand mengimbau Grace tak melanjutkan manuvernya. Sebab, apa yang dilakukan sudah masuk ke ranah kampanye hitam. Mengingat Grace memfitnah Prabowo berbohong dan berbicara tanpa fakta, sementara buktinya belum terbuka.
 
"Ini yang harus disadari Grace. Bahwa jika suatu saat nanti kita mulai jenuh dengan tingkah lakunya, dia akan kita pidanakan dengan kampanye hitam. Ini sudah masuk kampanye hitam, menuduh itu kampanye hitam," ujar Ferdinand.
 
Seperti diketahui, Grace menyebut ada pertunjukan yang dimainkan Prabowo. Hal ini diungkapkan Grace dalam pidato politiknya di Festival 11 Bandung, Jumat, 11 Januari 2019.
 
Grace menghitung, ada banyak kebohongan yang dilontarkan Prabowo Subianto sejak Juli 2018. Terakhir, kebohongan tentang selang cuci darah yang dipakai berulang di RSCM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi