Rizieq Mengharamkan Memilih Capres-Cawapres dari Partai Penista Agama

Marcheilla Ariesta 02 Desember 2018 20:50 WIB
pilpres 2019
Rizieq Mengharamkan Memilih Capres-Cawapres dari Partai Penista Agama
Rizieq Shihab saat mengikuti sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menyerukan agar para massa reuni akbar alumni 212 tidak memilih calon presiden, dan calon wakil presiden dari partai pendukung penista agama. Dia menyebut partai tersebut hanya berpura-pura mengusung Pancasila.

"Kita sampaikan ke pelosok Tanah Air Indonesia, pada detik ini para mujahid 212 di Pilpres dan Pileg 2019, kita haram memilih Capres Cawapres dan partai pendukung penista agama," kata Rizieq dalam rekaman di Monumen Nasional, Jakarta, Minggu, 2 November 2018.

Baca: Fadli: Tak Masalah Reuni 212 Bermuatan Politik


Dia mengimbau para massa untuk memilih capres dan cawapres dari hasil ijtima ulama. Ijtima menghasilkan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kita pilih caleg yang diusung partai yang siap bela bangsa, agama dan negara," tuturnya.

Rizieq tidak hadir dalam reuni akbar 212 tersebut. Namun, dia muncul dalam rekaman video di Monas.

Aksi ini dihadiri beberapa tokoh negara dan ulama. Antara lain Prabowo, politikus PAN Amien Rais, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, serta penceramah Bahar bin Smith.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id