Menhan Ingatkan Kembali Netralitas TNI
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kanan). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan kembali netralitas TNI jelang Pemilu Serentak 2019. Ia mewanti-wanti agar komandan korem dan komandan kodim di seluruh Indonesia untuk tak berpolitik praktis.
 
"TNI tidak boleh berpolitik praktis," ujar Menhan, saat memberikan pembekalan dalam Apel Danrem/Dandim TA 2018, di Pussenif Kodiklat TNI Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat, Rabu, dikutip dari Antara, Rabu, 28 November 2018.

Menhan juga menekankan penting hakikat strategis pembangunan konsep pertahanan negara dalam rangka mengamankan kepentingan nasional. Yakni, menjaga keselamatan bangsa, menjaga kedaulatan negara, serta menjaga integritas teritorial NKRI.

Ryamizard mengatakan, dalam amanat undang-undang, konsep arsitektur penyelenggaraan pertahanan negara dilaksanakan dengan Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta) atau total warfare yang merupakan totalitas dari keseluruhan kekuatan komponen rakyat dan sumber daya negara.


Kemudian, lanjut Menhan, sarana dan prasarana nasional harus dikelompokkan ke dalam komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai bentuk potensi ancaman.

"Ketiga komponen itu harus menjadi sebuah kekuatan pertahanan negara yang tangguh dan andal," kata Ryamizard.     

Menurut dia, pembekalan ini sangat penting dan strategis untuk mewujudkan kesamaan berpikir dalam membela negara. Pembekalan juga untuk mewujudkan komitmen bersama dalam membangun dan mewujudkan cita-cita nasional Indonesia.

Pada kesempatan itu, Menhan menyebutkan, dalam merumuskan strategi pertahanan negara, pemerintah selalu mengacu pada perkembangan potensi ancaman masa kini dan masa datang.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id