Bamsoet: KPU Harus Ikuti UU
Ketua DPR Bambang Soesatyo/MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo menegaskan sikap DPR belum berubah soal larangan mantan koruptor maju sebagai calon legislatif. KPU diminta mematuhi aturan yang ada meski Peraturan Komisi Pemlihan Umum (PKPU) soal larangan itu telah terbit.

"Saya mendapat laporan dan itu belum ada perubahan keputusan Komisi II, Bawaslu, dan pemerintah dalam hal ini kementerian dalam negeri dan Kemenkum HAM yang memutuskan bahwa KPU harus mengikuti aturan dan UU yang ada," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 2 Juli 2018. 

Ia menjelaskan, dalam UU Pemilu disebutkan mantan koruptor boleh mencalonkan diri sebagai anggota dewan. Syaratnya, mereka telah melewati masa tahanan paling maksimal lima tahun. 


"Nah menurut saya posisi DPR dan pemerintah termasuk Bawaslu tetap dalam posisi itu," ujarnya. 

Baca: Busyro: Berisiko jika Napi Korupsi Nyaleg

Politikus Partai Golkar itu khawatir PKPU ini akan menimbulkan kekisruhan baru. KPU seharusnya tak bersikukuh menerbitkan PKPU itu. KPU seharusnya berpatokan kepada UU dalam membuat aturan.

"Enggak bisa mengambil langkah sendiri-sendiri. Idealnya memang begitu, tapi kan kembali kepada aturan dan UU yang berlaku," ucapnya. 

Ia menilai rakyat sudah cerdas. Rakyat dinilai sudah selektif memilih calon wakilnya di parlemen. 

"Itu artinya saya menilai kalau KPU tetap memaksakan diri berarti KPU masih menilai masyarakat kita tidak cerdas," pungkasnya. 

Dilansir dari situs resmi KPU RI, www.kpu.go.id, PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dalam Pemilu 2019, telah terbit sejak Sabtu, 30 Juni 2018.

Dengan ditetapkannya PKPU Nomor 20 Tahun 2018, ketentuan tentang larangan mantan napi koruptor mencalonkan diri menjadi anggota legislatif sudah bisa diterapkan. Aturan pelarangan tersebut tertera pada Pasal 7 Ayat 1 huruf h, berbunyi "Bukan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi". 





(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id