Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Ambang Batas Parlemen 4 Persen Disebut Menyulitkan Parpol

Nasional parpol pileg
Faisal Abdalla • 12 Mei 2018 11:34
Jakarta: Ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen dianggap menyulitkan parpol untuk lolos ke parlemen. Pertarungan di Pileg diprediksi akan sengit.
 
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni saat diskusi bertemakan 'Mengejar Ambang Batas Parlemen'.
 
"Waktu pembahasan UU Pemilu kami sudah mengingatkan kepada pembuat UU. Kalau memang semangatnya ingin mengurangi atau menyederhanakan parpol di parlemen, maka besaran ambang batas tidak berkontribusi banyak," kata Titi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Mei 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Titi menilai jika ingin menyederhanakan parpol di dalam parlemen, ada dua variabel yang harus diperhatikan. Yaitu, besaran dapil atau alokasi kursi di dapil serta metode konversi suara menjadi kursi.
 
Sementara menaikan angka ambang batas parlemen memang efektif mengurangi jumlah parpol di parlemen. Namun, di sisi lain juga berpotensi membuang suara masyarakat.
 
"Bisa dibayangkan, masyarakat sudah capek ke TPS memberikan suara, tapi karena parpolnya tidak lolos lalu suaranya terbuang, tak bisa dihitung," pungkas Titi.
 
Lebih lanjut lagi, Titi mengatakan posisi parpol lama bisa saja direbut parpol-parpol baru. "Jadi untuk melampaui ambang batas yang semakin tinggi itu semakin sulit. Kalau menurut saya kenaikan menjadi 4 persen itu agak bunuh diri bagi beberapa partai di parlemen," pungkas Titi.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif