Tiga Spekulasi Mundurnya Yudi Latif
Pengamat Komunikasi Politik Effendi Gazali
Jakarta: Pengamat Komunikasi Politik Effendi Gazali menduga ada tiga hal yang menyebabkan mundurnya Yudi Latif dari posisi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Padahal. kata dia, secara kapasitas, sosok Yudi tak perlu lagi diragukan.  

Pertama, Effendi menduga Yudi mundur lantaran ada tekanan sebagai seorang birokrat dalam konteks dirinya sebagai Kepala BPIP. 

Kedua, mundurnya Yudi ditengarai masalah anggaran. Sudah satu tahun berdiri, namun anggaran lembaga belum juga diberikan pemerintah. 


"Atau mungkin soal 'Apakah Yudi Latif yakin enggak? Atau makin yakin enggak dengan apa yang dilakukan, yang sedang dibela," duga Effendi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Juni 2018. 

Effendi berharap ketiganya hanya dugaan dia saja. Ia yakin alasan keluarga menjadi faktor pengunduran Yudi. 

"Pemerintah punya tugas nanti untuk menjawab jangan sampai tiga spekulasi tadi naik jadi latar belakang mundurnya Yudi Latif," tutur dia.  

(Baca juga: Jokowi Hargai Pengunduran Diri Yudi Latif)

Terkait keputusan itu, Effendi menilai BPIP bakal kehilangan sosok Yudi. Yudi dinilai tokoh yang banyak bekerja dan menulis tentang Pancasila. 

Effendi bilang karyanya yang berjudul Negara Paripurna merupakan salah satu puncak prestasinya. "Yang menurut saya perlu kita hargai betul. Dan karena itu, menjadi sekarang ada muncul spekulasi kenapa dia mundur?," pungkas dia. 

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif mengundurkan diri. Yudi pamit usai setahun menduduki jabatan itu. 

"Dengan segala kerendahan hati saya ingin menghaturkan permohonan maaf pada seluruh rakyat Indonesia. Pada segenap tim UKP-PIP/BPIP yang dengan gigih, bahu-membahu mengibarkan panji Pancasila, meski dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang ada, apresiasi dan rasa terima kasih sepantasnya saya haturkan. Saya mohon pamit," kata Yudi melalui keterangan tertulis, Jumat, 8 Juni 2018. 

Surat pengunduran diri Yudi telah dikirim ke Presiden Joko Widodo sejak Kamis, 7 Juni 2018. 

"Jadi Pak Yudi Latif telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden tertanggal 7 Juni tetapi permintaan yang bersangkutan mengundurkan diri tanggal 8 Juni 2018," kata staf khusus Presiden bidang komunikasi, Johan Budi SP, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

(Baca juga: Alasan Yudi Mundur)
 



(REN)