PDIP Sumbang Masukan buat Visi Misi Kemaritiman Jokowi-Ma'ruf

Dheri Agriesta 27 September 2018 14:28 WIB
pdipJokowi-Ma`ruf
PDIP Sumbang Masukan buat Visi Misi Kemaritiman Jokowi-Ma'ruf
Suasana Focus group discussion bertema akselerasi industri 4.0 berbasis produk kelautan dan perikanan Indonesia ini dihadiri sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan--Medcom.id/Dheri Agriesta.
Jakarta: PDI Perjuangan menggelar diskusi membahas visi Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia poros maritim dunia. Hasil diskusi ini akan menjadi masukan buat visi dan misi kemaritiman Jokowi-Ma'ruf.

"Karena itulah nanti FDG (Focus group discussion) ini memberikan masukan kepada tim visi misi Jokowi terhadap agenda-agenda prioritas di bidang kelautan tersebut," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

FGD bertema akselerasi industri 4.0 berbasis produk kelautan dan perikanan Indonesia ini dihadiri sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan. Khususnya kepala daerah yang berada di pesisir.


Hasto menyebut Indonesia sangat terkenal sebagai bangsa maritim. Kerajaan-kerajaan nusantara sudah menguasai lautan dan beberapa wilayah di sekitar Indonesia.

Indonesia sempat diperhitungkan saat Presiden Soekarno membangun salah satu armada maritim terkuat. Setelah itu, visi maritim dilupakan.

Presiden Jokowi kembali memunculkan ide poros maritim yang masuk dalam nawacita. Menjelang Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun menyiapkan visi misi dalam nawacita jilid II.

Baca: Ma'ruf Amin Beri Pembekalan ke Kader PDIP

PDI Perjuangan ingin terlibat dalam penyusunan visi dan misi ini. Salah satunya dalam bidang kemaritiman.
 
"PDI Perjuangan mengambil inisiatif kepala daerah di daerah pesisir diwajibkan untuk menjalankan upaya pemberdayaan nelayan melalui budidaya kelautan dan lainnya," jelas Hasto.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang kemaritiman Rokhmin Daruri mengatakan FGD ini bertujuan merumuskan kerja nyata yang dapat dilakukan hingga Maret 2019. Rokhmin menyebut program kerja itu akan mendukung program kemaritiman Jokowi-Ma'ruf.

Dalam sambutannya, Rokhmin menyebut ada 11 poin yang bisa dikerjakan di sektor maritim. Salah satunya peningkatan kesejahteraan nelayan.

"Lalu memikirkan mata pencaharian nelayan ketika masa paceklik ikan, mengusahakan rumah dan perumahan berkualitas yang murah, dan memberikan ‎pendidikan, pelarihan dan penyuluhan untuk meningkatkan kapasitas nelayan," kata mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Megawati Sukarnoputri itu.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id