Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia. Foto: MI/Tosiani
Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia. Foto: MI/Tosiani

Angkie Siapkan Strategi Agar Tugas Stafsus Tak Terbengkalai

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Damar Iradat • 23 November 2019 12:02
Jakarta: Staf khusus Presiden Angkie Yudistia mengaku sudah menyiapkan strategi khusus agar pekerjannya sebagai stafsus Presiden Joko Widodo tidak terbengkalai. Pasalnya, selain menjadi stafsus, Angkie juga memiliki kesibukan lain sebagai Founder dan CEO Thisable Enterprise.
 
Perusahaan yang didirikan Angkie pada 2011 itu memiliki misi sosial, khususnya membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik alias difabel. Angkie pun berupaya agar tugasnya sebagai stafsus dan tanggung jawabnya terhadap Thisable tak terbengkalai. Ia sudah menyiapkan strategi agar dua tugas berat itu dapat berjalan beriringan.
 
"Thisable dijalankan dengan di bawah kepemimpinan COO yang bertugas untuk memastikan Thisable berjalan dengan sesuai plan, beserta team yang kuat. Dan saya bisa totalitas membantu Presiden sebagai Staff Khusus Presiden dan Jubir Presiden," kata Angkie kepada Medcom.id, Sabtu, 23 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angkie mengetahui, bekerja untuk Jokowi berarti harus menyiapkan fisik sekuat mungkin. Pasalnya, Jokowi dikenal sebagai sosok yang tak pernah lelah dan pekerja keras.
 
"Kayaknya aku persiapkan vitamin lebih banyak dari biasanya ya," kata dia berseloroh.
 
Namun demikian, Angkie mengaku tak berfikir panjang ketika ditawari oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi salah satu staf khusus presiden. Menurut dia, kesempatan untuk bekerja bersama Jokowi belum tentu datang dua kali.
 
Ia menceritakan, awalnya, sebagai salah satu kader PKPI, ia sempat diajak oleh sang Ketua Umum, Diaz Hendropriyono untuk bertemu Jokowi. Pada pertemuan itu, kata Angkie, Jokowi bertanya banyak soal latar belakang dia sebagai salah satu penggerak di bidang sosial. khususnya terkait penyandang disabilitas di Indonesia.
 
"Prosesnya enggak sebentar, hingga kemarin tanggal 21 (November) Bapak Jokowi meminta saya sebagai Staff Khusus Presiden sekaligus menjadi Jubir beliau untuk bidang sosial," jelasnya.
 
Sebagai salah satu stafsus Jokowi dari kalangan milenial, ia berkesempatan untuk membantu negara mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, khususnya mengajak para penyandang disabilitas untuk berani masuk dalam dunia kerja. Ia juga berharap, Indonesia ke depan akan lebih ramah terhadap para disabilitas.
 
"Berharap bersama membangun negara Indonesia lebih ramah terhadap disabilitas dan lingkungan inklusi," ujar dia.
 
Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan jika para stafsus tidak sepenuhnya bekerja di Istana Kepresidenan. Pasalnya, para stafsus milenial itu memiliki agenda lain di luar itu.
 
"Tidak harus ketemu, tapi minimal 1-2 minggu ketemu, tidak harus harian ketemu, tapi masukan setiap jam, setiap menit bisa saja," kata Jokowi saat memperkenalkan para stafsusnya, Kamis, 21 November 2019.
 
Jokowi sebelumnya mengenalkan tujuh stafsus baru dari kalangan milenial. Mereka yakni Direktur Utama Ruangguru Adamas Belvasyah Devara, CEO Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, pendiri Yayasan Kitong Bisa Billy Mambrasar, CEO Thisable Enterprise Angkie Yudistia, dan mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif