Presiden Joko Widodo. Dok. Tangkapan Layar
Presiden Joko Widodo. Dok. Tangkapan Layar

Jokowi Perintahkan Percepatan Penanganan Stunting di 10 Provinsi

Nasional stunting
Theofilus Ifan Sucipto • 05 Agustus 2020 11:21
Jakarta: Presiden Joko Widodo memerintahkan percepatan penanganan anak stunting atau gagal tumbuh. Sebanyak 10 provinsi menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan stunting.
 
“Kita fokus menurunkan stunting di 10 provinsi yang memiliki prevalensi tertinggi. Ini harus dipercepat,” tegas Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Provinsi ini meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Aceh. Kemudian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, serta Sulawesi Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi mengatakan penanganan stunting di Indonesia membaik. Ada perbaikan dari tingkat prevalensi sebesar 37 persen pada 2013 menjadi 27,6 persen pada 2019.
 
“Penurunan cukup lumayan. Tapi masih kurang dari target kita tahun 2024 menjadi 14 persen,” ujar Kepala Negara.
 
Jokowi menginstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggerakkan pemerintah daerah di 10 provinsi. Mulai gubernur hingga kepala desa.
 
Seluruh kepala daerah, kata Jokowi, harus memberi akses pelayanan kepada ibu hamil dan balita. Mereka juga harus memastikan asupan gizi pada ibu hamil terpenuhi sejak dini.
 
“Juga aspek promotif melalui sosialisasi agar meningkatkan pemahaman dan bisa konsentrasi pada penurunan stunting,” kata dia.
 
Jokowi mengatakan sosialisasi tersebut perlu menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat. Harapannya, semangat menurunkan stunting menjadi gerakan bersama di masyarakat.
 
Baca: Menko PMK: 54% Angkatan Kerja Indonesia Mantan Stunting
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut kualitas angkatan kerja Indonesia di mata Bank Dunia tampak lemah. Hal ini disebabkan banyaknya anak stunting atau gagal tumbuh yang menjadi tenaga kerja di Indonesia.
 
"Sebanyak 54 persen dari angkatan kerja Indonesia sekarang itu mantan-mantan stunting. Karena itu kenapa angkatan kerja kita kualitasnya rendah," kata Muhadjir dalam diskusi daring, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif