NEWSTICKER
Buruh menolak omnibus law. Foto: ANT Asprilla Dwi Adha
Buruh menolak omnibus law. Foto: ANT Asprilla Dwi Adha

KSBSI Tak Pernah Diajak Diskusi Soal RUU Ciptaker

Nasional Omnibus Law
Zaenal Arifin • 27 Februari 2020 23:19
Jakarta: Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (Sekjen KSBSI) Dedi Hardianto membantah memberikan dukungan pada Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Serikat buruh tidak pernah diajak diskusi.
 
"Menteri (Koordinator bidang) Perekonomian (Airlangga Hartarto) menyatakan bahwa serikat pekerja, serikat buruh sudah dilibatkan dalam pembahasan (RUU Cipta Kerja). Saya katakan bahwa itu kebohongan publik," kata Dedi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Dedi menyebut Airlangga membuat kegaduhan di industri Indonesia dan melemahkan serikat pekerja. Dia menegaskan tidak ada pembahasan draf RUU Cipta Kerja antara pihak buruh dengan pemerintah, dalam hal ini Kemenko Perekonomian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca:Alasan Buruh Tolak Omnibus Law)
 
"Yang ada adalah kita hanya sebatas koordinasi karena dokumen dari awal tidak ada yang dibahas, makanya itu yang saya nyatakan bahwa tidak pernah ada serikat pekerja buruh dilibatkan dalam pembahasan, dokumen itu tidak menerima," tutur dia.
 
Sebelumnya, Airlangga Hartarto, mengeklaim mayoritas organisasi buruh mendukung RUU Cipta Kerja. Airlangga menyebut sudah berdialog dengan tujuh konfederasi dan 28 serikat pekerja.
 
"Dan sudah melakukan pembicaraan mungkin empat lima kali. Dialog berjalan terus. Pada prinsipnya hampir seluruh konfederasi menerima omnibus law ini," kata Airlangga di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020 usai bertemu dengan perwakilan puluhan organisasi buruh, tujuh konfederasi dan 28 serikat pekerja.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif