Presiden Joko Widodo. Foto; Antara/Wahyu Putro
Presiden Joko Widodo. Foto; Antara/Wahyu Putro

Alasan Jokowi Libatkan Tokoh Dunia Membangun Ibu Kota Baru

Nasional pemindahan ibukota Ibu Kota Baru
Desi Angriani • 16 Januari 2020 18:02
Jakarta: Presiden Joko Widodo melibatkan sejumlah tokoh dunia sebagai dewan pengarah pembangunan ibu kota baru. Jokowi mengatakan hal itu dilakukan demi membangun kepercayaan investor global.
 
"Tadi saya sampaikan bahwa yang ingin kita bangun adalah trust (kepercayaan), membangun trust. Beliau-beliau ini memiliki pengalaman yang baik di bidang pembangunan kota," kata Jokowi di Ritz-Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Mereka yang dilibatkan Jokowi dalam membangun ibu kota baru yakni Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Putra Mahkota Abu Dhabi Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed, dan CEO Softbank Masayoshi Son.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi menilai tokoh-tokoh tersebut memiliki rekam jejak dan kemampuan pemanfaatan teknologi dalam bidang pembangunan kota.
 
"Kemudian Bapak Tony Blair juga sama, mempunyai reputasi yang baik di bidang pemerintahan. Saya kira memang ingin kita bangun trust internasional pada apa yang ingin kita kerjakan," ungkapnya.
 
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) menjadi dewan pengarah dalam membangun ibu kota baru negara di Kalimantan Timur. Lokasi calon ibu kota baru berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
 
Kontur lokasi ibu kota baru berbukit-bukit karena merupakan bekas hutan tanaman industri seluas 256 ribu hektare dengan kawasan inti seluas 56 ribu hektare. Nantinya ibu kota baru akan terbagi menjadi sejumlah klaster yaitu klaster pemerintahan seluas 5.600 hektare, klaster kesehatan, klaster pendidikan, serta klaster riset dan teknologi.
 
Proses pembangunan ibu kota baru ini akan membutuhkan dana sedikitnya Rp466 triliun. Dari jumlah itu, porsi APBN mencapai Rp89,4 triliun atau sebesar 19,2 persen. Sisanya, mengandalkan KPBU sebesar Rp253,4 triliun atau 54,5 persen, swasta termasuk BUMN sebesar Rp123,2 triliun atau 26,4 persen.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif