Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. Foto: Ilham/Medcom.id
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. Foto: Ilham/Medcom.id

Publik Diminta Gugat Putusan Eks Koruptor Maju Pilkada

Nasional Pemilu Serentak 2020
M Sholahadhin Azhar • 09 Desember 2019 16:46
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mempersilakan publik menggugat putusan MK Nomor 42 Tahun 2015. Putusan itu penyebab eks koruptor boleh menjadi calon kepala daerah.
 
"Kalau mau menggugat ya putusan MK. Jangan PKPU-nya (Peraturan Komisi Pemilihan Umum)," kata Mahfud di Kantor KPK, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.
 
Putusan MK Nomor 42 Tahun 2015 menganulir putusan MK Nomor 4 Tahun 2009. Dalam aturan itu, mahkamah mengizinkan mantan terpindana kasus korupsi maju menjadi calon kepala daerah tanpa jeda waktu. Sementara itu, putusan MK Nomor 4 Tahun 2009 mengatur eks terpidana harus jeda lima tahun setelah bebas untuk ikut pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahfud menilai PKPU hanya mengadopsi aturan itu. "Ya memang putusan MK-nya begitu," kata Mahfud.
 
Dia tak ambil pusing soal kasus eks koruptor yang kembali korup usai menang pilkada. Misalnya, Bupati Kudus Muhammad Tamzil.
 
Bupati Kudus periode 2003-2008 ini pernah divonis bersalah atas kasus korupsi dana bantuan sarana dan prasaran pendidikan Kabupaten Kudus tahun anggaran 2004-2005. Dia terpilih lagi menjadi bupati Kudus periode 2018-2023 namun kembali berurusan dengan KPK.
 
Tamzil ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kudus Tahun Anggaran 2019. Perkaranya telah dilimpahkan ke tahap penuntutan dan menunggu proses sidang.
 
"Itu soal lain. Itu kasus bukan peraturan. Kalau PKPU itukan peraturan," kata Mahfud.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif