Menteri Luar Negeri Retno Marsudi - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

40 Kepala Negara Ucapkan Selamat ke Jokowi

Nasional pilpres 2019
Damar Iradat • 27 Mei 2019 14:28
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan 40 kepala negara dan pemerintahan di dunia mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas kemenangan dalam Pemilu 2019. Mereka juga turut mengapresiasi pelaksanaan pemilu di Indonesia.
 
Retno mengatakan ucapan selamat itu disampaikan lewat beragam cara. Ada yang langsung menghubungi Presiden Jokowi, mengucapkan lewat Twitter, melalui surat, maupun lewat saluran diplomatik.
 
"Sejauh ini, per hari ini sudah ada 40 negara plus tiga organisasi internasional yang sudah menyampaikan ucapan selamat," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut sejumlah kepala negara lain juga masih mengantre untuk mengucapkan selamat ke Jokowi. Khususnya mereka yang ingin mengucapkan lewat saluran diplomatik.
 
Retno memperkirakan, setiap harinya ucapan selamat akan bertambah. Pasalnya, surat-surat diplomatik itu masih terus datang.
 
(Baca juga:Jokowi Balas Ucapan Selamat Pemimpin Negara Sahabat)
 
Ucapan melalui saluran diplomatik, lanjut dia, memakan waktu cukup lama. Salah satu pimpinan negara yang ingin mengucapkan lewat saluran ini yakni Presiden Timor Leste, Francisco Gutteres.
 
"Presiden Timor Leste juga ingin melakukan pembicaraan dengan presiden untuk mengucapkan selamat, kemudian Presiden Trump (Presiden Amerika Serikat Donald Trump) juga sudah bersurat, PM Inggris (Theresa May) juga menelepon ingin bertemu bapak," beber dia.
 
Menurut dia, para kepala negara dan pemerintahan juga mengapresiasi pelaksanaan Pemilu serentak di Indonesia. Mereka, kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia itu, menilai pemilu Indonesia dilakukan secara demokratis dan transparan.
 
Di sisi lain, ihwal kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei 2019 pascapengumuman hasil rekapitulasi suara Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), para kepala negara dan kepala pemerintahan ikut prihatin. Apalagi dalam kerusuhan itu, turut merenggut nyawa.
 
"Mereka menyebutnya sebagai riot. Kalau diikutin di media-media, disebut sebagai riot. Tentunya tidak ada satu orang pun yang gembira apabila jatuh korban, itu sudah pasti. Tetapi, dunia internasional, melihat situasi, so far, porsinya masih pas," jelas Retno.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif