Presiden Joko Widodo. Antara/Wahyu Putro
Presiden Joko Widodo. Antara/Wahyu Putro

Jokowi Diminta Evaluasi Ulang Kinerja Menteri

Nasional reshuffle kabinet Virus Korona Kabinet Jokowi-Maruf presiden jokowi
Theofilus Ifan Sucipto • 24 Oktober 2020 10:13
Jakarta: Presiden Joko Widodo diminta mengevaluasi ulang kinerja menteri. Sebab, gaduh soal kinerja menteri tak berkompeten menangani pandemi covid-19 kembali muncul di tengah publik.
 
“Mereka yang tanpa kontribusi selama pandemi dikeluarkan saja,” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, kepada Medcom.id, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Jerry mengatakan seorang menteri tidak patut hanya bersantai khususnya saat memerangi covid-19. Apalagi justru sibuk mengurus bisnis pribadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seluruh menteri, kata Jerry, seharusnya belajar dari beberapa kemarahan Kepala Negara sejak sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis, 18 Juni 2020. Jokowi menilai pembantunya tak menganggap Indonesia mengalami krisis di tengah pandemi covid-19.
 
Baca: Reshuffle Bukan Jalan Tepat Membenahi Kinerja Pemerintah saat Pandemi
 
Kali kedua Jokowi kesal saat membuka rapat terbatas penanganan covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengeluhkan rendahnya penyerapan anggaran penanganan covid-19.
 
“Sehingga harusnya menteri tidak boleh hanya duduk-duduk saja,” tegas Jerry.
 
Jerry menyebut reshuffle kabinet kian relevan. Dia menilai Jokowi harus mengambil langkah cepat agar citra pemerintah tidak kadung jelek di mata publik.
 
“Perlu adanya reformasi kabinet apalagi mereka dengan program yang tidak populis,” tutur dia.
 
Sebelumnya, Politikus PDI Perjuangan Andreas Pereira mengatakan ada menteri yang malas bekerja di tengah pandemi covid-19. Andreas menyebut sejumlah menteri bahkan tidak tahu apa yang harus dikerjakan.
 
Andreas menyayangkan situasi tersebut lantaran pandemi covid-19 membutuhkan kerja ekstra. Hal tersebut sesuai perintah Jokowi berulang kali di hadapan para pembantunya.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif