Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago--Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma

Jakarta Tertinggal dari Kota Modern Negara Lain

Nasional pemindahan ibukota
M Sholahadhin Azhar • 03 Mei 2019 11:14
Jakarta: Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago angkat bicara soal kompetensi Jakarta sebagai ibu kota. Menurut dia, Jakarta tertinggal dengan kota modern di negara lain.
 
"Kalau sekarang kita ini kan minder dengan negara lain karena enggak punya kota kelas dunia. Karena (Jakarta) enggak bisa dijadikan kota kelas dunia," ujar Andrinof kepada Medcom.id, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Ada beberapa poin yang menjadi dasar penilaian Andrinof. Utamanya soal kesemrawutan yang identik dengan Jakarta. Tanpa menyalah-nyalahkan pihak tertentu, ia mengakui susahnya membenahi dan menata Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, pemindahan ibu kota memang menjadi alternatif paling pas. Sebab susah untuk membuat Jakarta menjadi kota yang ramah, efisien, rapi dan tertib. Terlebih ada fakta bahwa Jakarta bukan ibu kota yang ditetapkan sendiri oleh Indonesia.
 
"Kota warisan kolonial yang umurnya sudah puluhan, ratusan tahun tumbuh enggak karuan itu (susah)," sebut Andrinof.
 
Pun demikian, ia tak menampik potensi Jakarta sebagai pusat perekonomian. Andrinof yakin pemindahan ibu kota tak dimaksudkan untuk meninggalkan Jakarta. Sebab peta besar dari kebijakan itu adalah membagi fungsi.
 
Baca: Polri Siap Kawal Pemindahan Ibu Kota
 
Nantinya, Jakarta akan tetap menjadi jantung perekonomian Indonesia. Andrinof menyebut hal itu lumrah di negara maju. Amerika Serikat misalnya, punya pusat bisnis di New York, sementara ibu kota di Washington DC.
 
Tak berbeda pula dengan negara tetangga, Australia. Andrinof menyebut Negeri Kanguru itu memindahkan ibu kota dari Melbourne ke Canberra pada 1913. Saat ini, Melbourne menjadi pusat perekonomian di negara tersebut, ditambah dengan Sidney dengan predikat serupa.
 
Lebih lanjut Andrinof melihat pemindahan ini tak akan mendampak Jakarta. Stigma bahwa pusat perekonomian harus dekat dengan pusat pemerintahan akan dikikis.
 
"Enggak harus ada pusat, kan ada kantor pelayanan pemerinth di situ. Tingkatannya juga bermacam-macam, mulai provinsi, kabupaten dan kota, enggak masalah," tandas dia.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif