Pengamat: Andika Diproyeksikan Jadi Panglima TNI

M Sholahadhin Azhar 29 November 2018 19:51 WIB
tnitni ad
Pengamat: Andika Diproyeksikan Jadi Panglima TNI
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) melakukan salam komando dengan KSAD yang baru Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri) seusai pelantikan oleh Presiden Joko WIdodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/11/2018). Foto: Antara/Wahyu Putro A
Jakarta: Analis komunikasi militer dan intelijen Safriady menyebut jalan menjadi Panglima TNI terbuka lebar bagi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Menurutnya, hal itu memang telah disiapkan oleh Presiden Joko Widodo untuk periode kedua nanti.

"Jokowi akan menempatkan orang-orang yang dia percaya. Ini masalah pengamanan bagi dirinya," kata Safri saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 29 November 2018.

Bagi Safri, tak susah untuk menebak penempatan menantu AM Hendropriyono itu. Pasalnya, saat ini Jokowi tengah memformulasikan lingkaran yang bisa dipercaya jika memenangi Pilpres 2019.


Terlebih, kata Safri, Jokowi tak memiliki counter part atau teman sepantaran dari jenderal. Jajaran 'bintang' seperti Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan dan AM Hendropriyono, kemungkinan dianggap belum cukup.

Jika hari ini Jokowi nyaman dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menurut dia, belum tentu ke depan Hadi akan dipertahankan. Bisa saja pilihan Jokowi tertuju pada Andika. Pun demikian, Safri menyebut petahana tak akan menyingkirkan Hadi begitu saja.

"Bisa saja ada semacam hadiah untuk Panglima TNI yang sekarang, mungkin menjadi menteri. Otomatis Andika jadi Panglima TNI, itu sangat mudah dibaca," sebutnya.

Mengganggu Ekosistem TNI

Meski demikian, Safri menilai ada sistem yang terganggu dengan penempatan Andika nanti. Dari segi sirkulasi, jatah Panglima TNI seharusnya dari TNI Angkatan Laut. 
Andika Perkasa. Foto: Antara/Wahyu Putro A.

"Ini bisa mengganggu ekosistem sirkulasi," kata Safri.

Terlepas dari urusan politik, ia mengimbau kepala negara mengikuti sistem sirkulasi itu. Apalagi terkait senioritas, Andika telah melompati tiga angkatan di atasnya. Sehingga, Safri memastikan ada beban berat di pundak Andika jika menjadi Panglima TNI.

Safri menyebut Andika harus memikirkan posisi-posisi strategis bagi para seniornya. Sebab, senioritas di militer agak berbeda dengan sipil. Harus ada penghormatan dalam bentuk pangkat dan jabatan.

"Andika butuh usaha ekstra keras untuk menempatkan senior di jabatan. Butuh waktu," ujar Safri.





(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id