Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Antisipasi Puncak Penyebaran Omicron, Moblitas Keluar-masuk DKI Diperketat

Nasional Jokowi DKI Jakarta Wapres covid-19 Omicron Varian Omicron
Kautsar Widya Prabowo • 17 Januari 2022 07:48
Jakarta: Pemerintah bakal memperketat mobilitas keluar-masuk DKI Jakarta. Pengetatan mengantisipasi puncak penyebaran varian Omicron yang diperkirakan terjadi pada akhir Februari atau awal Maret 2022.
 
“Dari hasil rapat yang dipimpin Presiden (Joko Widodo) dan juga Wakil Presiden (Ma'ruf Amin) memberi arahan bagaimana agar diperketat orang keluar Jakarta,” tutur juru bicara Wakil Presiden (Jubir Wapres) Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, melalui keterangan tertulis, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Selain memperketat mobilitas, pemerintah juga meningkatkan upaya lain dari bidang kesehatan. Vaksinasi dipercepat dan pendisiplinan protokol kesehatan, termasuk meminta masyarakat beraktivitas di rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kemenkes Catat 748 Kasus Positif Omicron di Indonesia per 15 Januari
 
“Jadi pendisiplinan ulang terhadap kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar dan jangan keluar rumah kalau tidak penting,” kata Masduki.
 
Kasus Omicron di Indonesia terus melonjak. Kementerian Kesehatan mencatat 748 kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia per 15 Januari 2022. Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan kasus sebagian besar berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.
 
"Sebanyak 569 kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri dan sebanyak 155 kasus merupakan trasmisi lokal. Selain itu kita masih melakukan peyelidikan epidemiologi untuk 24 kasus lainnya yang dinyatakan positif Omicron," kata Nadia dalam webinar bertajuk Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 Pandemic without Boundaries, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Kementerian Kesehatan juga telah menemukan 1.800 kasus probable Omicron di Indonesia. Kasus-kasus Omicron dari luar negeri paling banyak berasal dari, Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif