NEWSTICKER
Politisi NasDem Ahmad Sahroni (kanan). Foto: NasDem
Politisi NasDem Ahmad Sahroni (kanan). Foto: NasDem

Legislator Dorong Pembatasan Migrasi Warga Cegah Perluasan Korona

Nasional Virus Korona
Aries Wijaksena • 26 Maret 2020 20:57
Jakarta: Pemerintah diminta segera mengambil kebijakan membatasi migrasi warga guna mencegah perluasan wabah virus korona (covid-19). Apalagi imbauan terkait social distancing atau pembatasan jarak cenderung tak digubris.
 
"Pemerintah perlu mengevaluasi dan menerapkan kebijakan yang sifatnya mengikat bagi setiap individu, agar potensi penularan covid-19 dapat dicegah," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Kamis, 26 Maret 2020.
 
Politisi Partai NasDem ini menyarankan agar pemerintah membuat batasan yang jelas dan spesifik terkait fakta masih maraknya migrasi masyarakat dari satu daerah ke daerah lain. Hal ini, menurutnya, membuka peluang penyebaran covid-19 semakin meluas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya melihat ada banyak tafsir di masyarakat atas imbauan social distancing dan stay at home. Buktinya banyak perantau menafsirkan hal itu dengan pulang ke kampung halaman. Bisa saja, tanpa mereka sadari, mereka merupakan carrier(pembawa) dari virus itu sendiri," kata dia.
 
Sahroni menilai masifnya penyebaran covid-19 tak lepas dari kurangnya kesadaran masyarakat terhadap imbauan yang diserukan pemerintah. Namun, di sisi lain pemerintah juga diminta agar tanggap dan cepat mengevaluasi kebijakan yang dinilai kurang optimal.
 
Perpindahan orang dari suatu daerah berkategori zona merah, seperti Jakarta, menyebabkan daerah lain rentan. Kekhawatiran penyebaran covid-19 akibat migrasi ini akan semakin tinggi mengingat bulan suci Ramadan dan Idulfitri segera tiba.
 
"Karena itu, selain menerapkan sosial distancing, pemerintah perlu juga mengeluarkan kebijakan tegas agar penyebaran covid-19 tak semakin meluas," katanya.
 
Baca: Kasus Positif Korona Jadi 893, 78 Meninggal
 
Jumlah pasien positif virus korona (covid-19) di Indonesia bertambah ratusan orang per Kamis, 26 Maret 2020. Kasus positif covid-19 tersebar di 27 provinsi di Indonesia.
 
"Ada tambahan kasus positif 103 orang sehingga total menjadi 893 kasus," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulanagan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.
 
Yurianto mengatakan DKI Jakarta masih jadi wilayah dengan pasien positif korona terbanyak. Sedangkan wilayah lain mengalami penambahan kasus positif covid-19 cukup signifikan yaitu di Sulawesi Selatan sebanyak 14 orang.
 
"Ini agar menjadi atensi untuk semuanya agar tetap waspada," tegas Yurianto.
 
Yurianto menjelaskan ada penambahan kasus sembuh sebanyak empat orang. Total kasus sembuh korona mencapai 35 orang.
 
Sedangkan penambahan orang meninggal akibat korona sebanyak 20 kasus. Total kasus meninggal covid-19 menjadi 78 orang.

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif