Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Kasus Etik Firli Tampar KPK

Nasional kpk Dewan Pengawas KPK DPR RI
Theofilus Ifan Sucipto • 24 September 2020 17:35
Jakarta: Pelanggaran Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, dinilai menjadi tamparan bagi lembaga antirasuah. Firli seharusnya menjadi contoh bagi semua insan KPK.
 
“Pelanggaran itu harus menjadi pelajaran bagi lembaga ad hoc tersebut,” kata Ketua Komisi III DPR, Herman Herry, saat dihubungi, Kamis, 24 September 2020.
 
Herman mengatakan Firli dan jajarannya harus lebih bijak dalam bertindak. Sebab, upaya pemberantasan korupsi memerlukan profesionalisme dan berdasarkan kode etik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Bagi pimpinan dan seluruh pegawai KPK untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan kerja,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.
 
Baca: Sanksi Progresif Bisa Dikenakan kepada Firli
 
Herman mengapresiasi kinerja Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang telah memutuskan Firli bersalah. Dia menilai putusan itu menjawab keraguan publik soal independensi Dewas KPK.
 
“Saya mengapresiasi Dewas KPK dengan mengambil keputusan secara profesional,” tutur Herman.
 
Dewas KPK telah memutus sidang dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri. Dewas KPK menjatuhkan sanksi ringan kepada Firli Bahuri terkait bergaya hidup mewah.
 
"Menghukum terperiksa dengan sanksi ringan, berupa tertulis agar terperiksa tidak ulangi perbuatannya," ujar ketua majelis etik, Tumpak Pangabean, dalam sidang pelanggaran kode etik, Jakarta, Kamis, 24 September 2020.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif