Ketum Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Ketum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Ketum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.

Prabowo Klaim Selalu Kritik dengan Data

Nasional pilpres 2019
Arga sumantri • 25 Juni 2018 15:40
Jakarta: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengklaim selalu mengkritik pemerintah dengan data. Ia menepis bila kritiknya selama ini cuma asal bunyi.
 
"Saya selalu mulai dengan data dan fakta. Kita tidak boleh ambil analisa dengan istilahnya suka atau tidak suka, like and dislike," kata Prabowo di rumah dinas Ketua MPR, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin, 25 Juni 2018.
 
Prabowo juga mengaku dilema saat mengkritik pemerintah. Di satu sisi, posisinya berada di luar kekuasaan. Di sisi lain, Prabowo mengaku banyak kawan di pemerintahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya mengatakan di pemerintah sekarang banyak orang-orang baik. bahkan data-data saya, saya pakai dari pemerintah sendiri," ujar dia.
 
Purnawirawan TNI Angkatan Darat itu menyebut hubungannya dengan Presiden Joko Widodo cukup baik. Dia juga mengaku sudah terang-terangan kepada Jokowi bakal mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai tak sesuai.
 
"Pak kalau kebijakan Bapak saya enggak cocok saya akan kritik ya. (Kata Jokowi), 'ya silakan-silakan'," ucap Prabowo meniru percakapannya dengan Jokowi.
 
"Jadi, saya pegang itu bukan karena saya akan maki-maki beliau ya," tambah dia.
 
Baca: Prabowo Kritik Kesenjangan di Indonesia
 
Dia meyakini Jokowi punya niat baik membangun bangsa. Namun, dalam iklim demokrasi, kata dia, kritik penting guna mengontrol kekuasaan.
 
"Demokrasi membutuhkan dialektika. Demokrasi membutuhkan koreksi. Demokrasi membutuhkan alternatif dan itulah yang sedang kita jalankan sekaramg. Kita mengoreksi dan memberi peringatan," beber dia.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi