NEWSTICKER
Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri)/MTVN/Adin
Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri)/MTVN/Adin

Mendagri: Dana Banpol Hanya Stimulan

Nasional parpol
M Sholahadhin Azhar • 18 September 2017 18:49
medcom.id, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan dana bantuan partai politik Rp1.000 per suara tak menjadi sumber utama keuangan partai. Pemerintah menggelontorkan dana sebagai pancingan.
 
"(Dana) Enggak besar. Ini hanya stimulan," tegas Tjahjo di Kantor Kemengadri, Jakarta Pusat, Senin 18 September 2017.
 
Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu sempat membahas dana banpol dengan Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Naingolan. Mereka sepakt bantuan bersifat memancing iuran anggota parpol. Selama ini, parpol kerap mengaku kesulitan mengumpulkan dana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tjahjo menjelaskan, tugas kaderisasi membutuhkan banyak biaya. Selama ini, partai hanya bisa memangkas gaji kader di DPR atau DPRD.
 
"Kuncinya ada di iuran anggota (dan) sumbangan dari pihak ketiga yang bisa dipertanggungjawabkan," sebut Tjahjo.
 
Bekas anggota Komisi I DPR itu mengakui ada usulan skema dana bantuan dari parpol. Pertama dalam bentuk glondongan, diserahkan, dan dikelola partai. Kedua, hanya fokus pada pendidikan kader partai.
 
"Tapi kebanyakan parpol kan inginnya ya serahkan ke kami (parpol). Sebab di UU Pemilu ditolak untuk anggaran saksi. Bisa saja bantuan ini diserahkan buat anggaran saksi. Inginnya luwes," ucap dia.
 
Prinsipnya, dana bantuan digunakan untuk keperluan partai. Pertanggungjawaban sebelum dana bantuan diserahkan tengah disiapkan melalui revisi PP Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantunan Keuangan kepada Partai Politik. "Auditnya nanti ada mempertanggungjawabkan ke Badan Pemeriksa Keuangan untuk apa-untuk apa."
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif