Direktur Eksekutif Indonesia of Advance International Studies (Inadis) Ple Priyatna dalam Crosscheck Medcom.id, Minggu, 29 Mei 2022.
Direktur Eksekutif Indonesia of Advance International Studies (Inadis) Ple Priyatna dalam Crosscheck Medcom.id, Minggu, 29 Mei 2022.

Inadis Sebut Amerika Serikat Mengincar Aset Konglomerat Rusia

Anggi Tondi Martaon • 29 Mei 2022 14:19
Jakarta: Amerika Serikat (AS) disebut tengah mengincar aset yang dimiliki konglomerat Rusia. Hal itu dilakukan melalui kebijakan pembekuan aset.
 
"Yang diincar ini (aset konglomerat Rusia)," kata Direktur Eksekutif Indonesia of Advance International Studies (Inadis) Ple Priyatna dalam program Crosscheck Medcom.id bertajuk Suara Pembubaran PBB Muncul di Indonesia, Minggu, 29 Mei 2022.
 
Pembekuan aset semakin gencar dilakukan setelah konflik Rusia dan Ukraina dimulai. Namun, dia justru mempertanyakan kebijakan tersebut karena aset-aset tersebut sudah ada sebelum perang dimulai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya bingung ini, yang diincar ini sebelum perang atau setelah perang. asetnya kan sudah ada sebelum 24 Februari lalu (invasi Rusia ke Ukraina dimulai)," ungkap dia.
 
Baca: 
Peran PBB Menyelesaikan Perang Rusia dan Ukraina Dipertanyakan
 
Dia menyampaikan pemberian sanksi sudah lama dilakukan Amerika Serikat kepada Rusia. Bahkan, semenjak 2014.
 
"Kita lihat dari 2014 waktu Krimea diduduki oleh Rusia, sanksi sudah mulai dijatuhkan," ungkap dia.
 
Priyatna mencatat banyak sanksi yang sudah diberikan kepada Rusia. Jumlahnya mencapai ribuan sanksi.
 
"Saya ada catatan Rusia itu sudah disanksi sampai 5 ribu jenis," ujar dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif