Rusun ASN Diutamakan
Warga Kalijodo mengangkat barang-barang miliknya ke dalam Rumah Susun Marunda, Jakarta. Foto: MI/Galih Pradipta.
Jakarta: Pemerintah mengutamakan pembangunan rumah susun (rusun) untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri. Pasalnya, pemerintah ingin membangun rumah dalam skala besar, bukan per individu.

"Arahnya kompleks apartemen rusun, tidak landed house (rumah tapak). Landed mungkin bisa untuk daerah-daerah yang bukan perkotaan," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro‎ di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Menurut dia, pemerintah akan mencoba skema dengan bantuan pembiayaan. Dengan begitu, para ASN, TNI dan Polri menjadi lebih ringan dalam mencicil.


"Lahan rusun nanti diupayakan lahan yang dikuasai negara atau lahan dipegang kementerian/lembaga," ujar dia.

Baca: Warga Rusun Penjaringan Minta Dipindah ke Kemayoran

Rusun itu, jelas dia, memiliki uang muka 0 persen dan tenor pinjaman mencapai 30 tahun. Syarat itu dengan catatan waktu pertama kali mengajukan pinjaman usia maksimal 55 tahun.

‎"Pembayaran cicilannya atau tenor pinjaman bisa melampuai usia pensiun, ini untuk semua ASN, TNI, Polri, tapi kita memberikan perhatian khusus kepada yang belum memiliki rumah sama sekali," pungkas dia.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id