Ilustrasi. Foto: Antara/FB Anggoro
Ilustrasi. Foto: Antara/FB Anggoro

Menteri LHK-Menkopolhukam Bahas Rakornas Karhutla

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Indriyani Astuti • 05 Februari 2020 10:23
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Mahfud MD di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, pagi ini. Pertemuan membahas rapat koordinasi nasional (rakornas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang akan digelar Kamis, 6 Februari 2020.
 
Mahfud mengatakan rakornas penting guna memperkuat mitigasi dan antisipasi karhutla. Musibah ini berpotensi terjadi setiap tahun saat musim kemarau.
 
"Biasanya setiap tahun selalu menjadi catatan masalah dan setiap tahun itu dipimpin langsung oleh presiden," ujar Mahfud, Rabu, 5 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bencana Karhutla yang terjadi pada 2015, kata dia, sangat besar sehingga menimbulkan kabut asap lintas batas (transboundary haze) hingga Singapura dan Malaysia. Mahfud mengklaim usai karhutla hebat 2015, bencana tersebut cenderung dapat tertangani dengan mitigasi dan pencegahan lebih awal.
 
"Itu teratasi sampai sekarang kita itu dari tahun ke tahun jadi membaik," ucapnya.
 
Menteri LHK-Menkopolhukam Bahas Rakornas Karhutla
Ilustrasi. Antara/Syifa Yulinnas
 
Jika dibandingkan dengan negara-negara yang mengalami bencana serupa seperti Australia dan Brazil pada 2019, Indonesia cenderung lebih kecil luasan kebakarannya. Mahfud menyampaikan Rakornas Penaganan Karhutla akan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.
 
Menteri Siti sempat menyampaikan pemerintah akan menerapkan strategi pencegahan karhutla berbasis desa dengan mengintensifkan upaya pengendalian karhutla dan memperkuat aksi pencegahan di tingkat tapak.
 
Strategi penanganan karhutla sebagaimana arahan Presiden Jokowi pada Rakornas Dalkarhutla 2019 antara lain prioritas pencegahan, penataan pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan, pemadaman segera terhadap titik api yang muncul, dan penegakan hukum bagi pelaku Karhutla.
 
Menteri Siti menambahkan, dilakukan pula patroli terpadu pencegahan karhutla di delapan provinsi rawan karhutla yang meliputi Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif