NEWSTICKER
Direktur Jenderal Izin Tinggal Imigrasi Bambang Widodo. Foto: Medcom.id/Nur Azizah
Direktur Jenderal Izin Tinggal Imigrasi Bambang Widodo. Foto: Medcom.id/Nur Azizah

Imigrasi Tolak Pengajuan 36 Visa ke Indonesia

Nasional Virus Korona
Nur Azizah • 17 Februari 2020 13:51
Jakarta: Direktorat Jenderal Imigrasi menolak 36 pengajuan visa ke Indonesia. Seluruh pengaju tercatat pernah tinggal di Mainland, Tiongkok selama 14 hari.
 
"(Tinggal) dalam periode Januari hingga Februari 2020," kata Direktur Jenderal Izin Tinggal Imigrasi, Bambang Widodo di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2020.
 
Bambang mengungkapkan 36 pengaju visa itu, tujuh warga negara (WN) Rusia, empat WN Brazil, tiga WN Armenia, dua WN Ukraina. Kemudian, tiga WN Inggris, dua WN Maroko, enam WN Kazakhstan dan dua WN Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serta, WN Romania, New Zealand, Tiongkok, Ghana, Australia, Kanada, dan Maldives masing-masing satu orang. Penolakan visa mengantisipasi virus korona masuk Indonesia.
 
Indonesia menghentikan sementara kebijakan bebas visa bagi warga negara Tiongkok. Keputusan ini diambil Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas dengan menteri Kabinet Indonesia Maju di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
 
"Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara Tiongkok yang bertempat tinggal di Mainland China untuk sementara dihentikan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai rapat terbatas dengan Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu, 2 Februari 2020.
 
Pemerintah juga meminta penerbangan langsung dari dan menuju Tiongkok ditunda sementara sejak Rabu, 5 Februari 2020, pukul 00.00 WIB. Semua pendatang yang tiba dari Tiongkok untuk sementara tidak diizinkan masuk dan transit di Indonesia.
 
Kebijakan ini diambil berdasarkan peringatan organisasi kesehatan dunia (WHO) yang mengeluarkan status darurat global peneyebaran virus korona. Angka kematian akibat virus korona Covid-19 di Tiongkok mencapai 1.765 per Senin 17 Februari 2020.
 
Total infeksi di Tiongkok mencapai sedikitnya 70.400. Sebagian besar kasus virus korona terjadi di Hubei, sejak kali pertama terdeteksi akhir Desember 2019.
 
Terdapat empat kematian di luar daratan Tiongkok, yakni Hong Kong, Filipina, Jepang dan Prancis. Sementara Singapura menduduki posisi kedua dengan total pasien terjangkit korona sebanyak 70 orang.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif