Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Kader Pemuda Antinarkoba Dibentuk di 25 Provinsi

Nasional narkoba bnn kemenpora
M Sholahadhin Azhar • 26 November 2020 04:12
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) membentuk kader pemuda antinarkoba di 25 provinsi. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal Abdullah, berharap pengaderan menumbuhkan kesadaran pemuda atas bahaya narkoba.
 
"Diharapkan dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat dan sebagai pionir di tengah-tengah masyarakat untuk menumbuhkan kewaspadaan demi mewujudkan generasi muda baru yang terbebas dari narkoba," ujar Faisal melalui keterangan tertulis, Rabu, 25 November 2020.
 
Pembentukan di 25 provinsi meliputi Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Kemudian Provinsi Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pengaderan juga dilakukan di Provinsi Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Kemudian di Provinsi Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Jambi.
 
Faisal menyebut pelatihan Kader Inti Pemuda Antinarkoba (KIPAN) untuk mewujudkan visi Indonesia 2024. Menurut dia, acara yang digelar bertahap sejak Oktober-November 2020 itu bertujuan menyediakan sumber daya unggul untuk menyambut bonus demografi pada 2024.
 
"Jangan sampai bonus demografi yang kita terima menjadi malapetaka, karena itu pemuda harus terbebas dari narkoba," kata dia.
 
Asdep Bidang Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Arifin Majid, menyebut ada 67.594 kader yang digembleng di 14 provinsi pada 2016-2019. Dia menyebut pengaderan tahun ini merupakan kelanjutan dari penggemblengan di tahun sebelumnya.
 
Menurut Arifin, pengaderan saat pandemi sangat penting. Sebab peredaran narkoba ketika pandemi covid-19 cenderung meningkat.
 
"Kami berharap para pemuda ini bisa menumbuhkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat agar jumlah pengguna narkoba dapat ditekan dan berkurang," kata dia.
 
Senada, Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Mohamad Jupri, berharap kader pemuda bisa membantu pihaknya. Sehingga kerja pemberantasan narkoba lebih komprehensif.
 
"Kita semua harus bersinergi melawan Narkotika, agar bisa kita tekan peredarannya, bahkan harus zero narkoba," kata dia.
 
Kemenpora menggandeng aplikasi Ruang Kerja dalam pelatihan kader antinarkoba tahun ini. Pelatihan dibagi dalam tiga tahap yang dimulai pada 16-30 Oktober 2020. 
 
Perwakilan bidang Wawasan Lingkungan Strategis dan Pencegahan Bahaya Destruktif Kemenpora, Yari Isnaeni, menyebut tahap kedua tengah berlangsung sejak 2 November hingga saat ini. Sementara itu, tahap ketiga bakal digelar dengan target 2.500-3.000 kader tingkat provinsi.
 
Ketua Sekretarian Nasional Kader Inti Pemuda Antinarkoba, Asep Ali, menngapresiasi Kemenpora. Sebab telah berkomitmen mencegah penyalahgunaan narkoba melalui pelatihan kader.
 
"Kami akan menindaklanjutinya dengan secara intensif mengawal dan membentuk kepengurusan KIPAN di seluruh provinsi," kata dia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif