Harimau Sumatra di Kawasan Konservasi Flora dan Fauna Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung Selatan, Lampung. Foto: MI/Ramdani
Harimau Sumatra di Kawasan Konservasi Flora dan Fauna Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung Selatan, Lampung. Foto: MI/Ramdani

Penegakan Hukum KLHK Terbaik se-Asia Pasifik

Nasional lingkungan hidup
Yogi Bayu Aji • 14 November 2019 09:49
Jakarta: Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) menerima penghargaan Asia Environmental Enforcement Awards 2019. Penegakan hukum KLHK dianggap yang terbaik se-Asia Pasifik.
 
Perhormatan itu diberikan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), bekerja sama dengan Kantor PBB Urusan Obat-Obatan dan Kejahatan (UNODC), Program Pembangunan PBB (UNDP), Interpol, Sekretariat Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam dengan dukungan Pemerintah Norwegia. Penghargaan diberikan untuk memublikasikan pencapaian luar biasa organisasi dan individu di Asia dalam memberantas kejahatan lingkungan hidup.
 
Ada enam kategori penilaian: kolaborasi, dampak, inovasi, integritas, kepemimpinan gender, serta kerja sama Asia-Afrika. Gakkum KLHK meraih 3 kategori penghargaan soal inovasi, integritas, dan kepemimpinan gender. Hal ini menjadikan Gakkum KLHK sebagai peraih penghargaan dengan kategori terbanyak dalam ajang ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Gakkum KLHK, pemenang penghargaan lainnya berasal dari India, Laos, Republik Rakyat Tiongkok, dan Singapura. Pemberian penghargaan edisi keempat ini diselenggarakan di United Nations Conference Center Bangkok, Thailand, Rabu, 13 November 2019. Acara dihadiri langsung Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani.
 
"Keberhasilan Gakkum KLHK tidak terlepas dari peran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, untuk kepemimpinannya yang luar biasa dalam mendorong inovasi penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan. Apresiasi melalui penghargaan ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah Indonesia dalam melakukan penegakan hukum secara tegas," kata Rasio dalam keterangan resmi, Kamis, 14 November 2019.
 
Dia menjelaskan keberhasilan Gakkum KLHK dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui center of intelligence untuk mendukung penegakan hukum memperoleh perhatian dari dunia melalui penghargaan dalam kategori inovasi. Peralatan digital memang telah membantu patroli siber di sosial media dan e-commerce. Teknologi geospasial juga diterapkan dalam memantau aktivitas ilegal, kejahatan lingkungan hidup.
 
“Tidak ada penegakan hukum tanpa integritas dan profesionalisme. Integritas merupakan hal yang sulit untuk dirawat namun merupakan suatu keharusan bagi penegak hukum," tegas Rasio.
 
Gakkum KLHK juga terpilih sebagai satu-satunya penerima penghargaan dalam kepemimpinan gender. "Kami tidak hanya menyediakan kesempatan dalam kesetaraan gender, namun juga membangun fasilitas dalam mempromosikan dan mengarusutamakan gender," tambah dia.
 
Meski baru empat tahun sejak dibentuk, Gakkum KLHK telah menindak lebih dari 1.180 operasi pengamanan hutan, membawa 760 kasus ke pengadilan, dan menegakkan 1.094 sanksi administratif kepada perusahaan-perusahaan pelanggar hukum lingkungan hidup dan kehutanan. Gakkum LHK juga memenangkan gugatan perdata senilai USD1,3 miliar, menyelamatkan jutaan hektare hutan tropis, tumbuhan, satwa dilindungi dari kejahatan lingkungan serta kebakaran hutan dan lahan.
 
Gakkum KLHK berharap pemberian Environmental Enforcement Awards 2019 menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kinerja, terutama dalam menjaga integritas, terus berinovasi dan mengarustamakan gender. Penghargaan ini diharap dapat mendorong kepercayaan publik bagi upaya penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan serta memperluas jejaring internasional untuk memberantas kejahatan lintas batas.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif