Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (tengah) saat menghadiri MoU Basarnas dengan PDIP. Foto: Metrotvnews.com/Wanda Indana.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (tengah) saat menghadiri MoU Basarnas dengan PDIP. Foto: Metrotvnews.com/Wanda Indana.

Tak `Suka` Basarnas, Mega Segera Lapor Presiden

Nasional basarnas
Wanda Indana • 25 Agustus 2016 01:07
medcom.id, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sempat menyinggung Badan SAR Nasional (Basarnas). Hal itu disampaikan Mega saat menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga itu.
 
Di hadapan puluhan pejabat Basarnas, Presiden ke-5 itu berterus terang kalau dirinya tidak suka dengan kata SAR (Search and Rescue) pada kepanjangan Basarnas. Bahkan, Mega mengaku kecele, kalau dirinya akan melakukan kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 
"Kalau sudah ada kata pencarian dan pertolongan, ya sudah, ini yang mana. Kalau dulu saya membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setelah bukan saya lagi terus berubah," ujar Mega di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena merasa `risih` dengan kata SAR, Mega berjanji akan menemui Presiden Joko Widodo. Mega meminta Jokowi mengubah Basarnas menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP). Menurut Mega, kata SAR masih menggunakan bahasa asing.
 
"Nanti saya mau ngomong sama Pak Jokowi. Kenapa (pakai) bahasa inggris, jadi gado-gado," ujar dia.
 
Ditemui usai acara, wartawan kembali mengonfirmasi usulan Mega untuk mengubah nama Basarnas. Mega mengaku, dirinya sudah diberitahu kalau rencana penggantian nama Basarnas sebenarnya sudah diajukan, tinggal menunggu persetujuan DPR.
 
"Jangan tanya saya, SAR-nya sudah diganti katanya," ujar Mega.
 
Kepala Biro Umum Badan SAR Nasional (Basarnas), Agus Sukarno mengatakan dalam waktu dekat nomenklatur pihaknya akan berganti nama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP). Meski demikian, singkatan BNPP masih belum final. Hal ini lantaran singkatan itu mirip dengan Badan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
 
Singkatan itu, kata Agus, akan diberlakukan secara bertahap kendati hanya masih dalam tahap administrasi. Sementara dalam penggunaan di muka publik, nomenklatur Basarnas masih tetap dipertahankan sebab masih dianggap familiar oleh publik.
 
"Istilah SAR akan tetap digunakan saat di lapangan, sedangkan istilah BNPP akan digunakan untuk keperluan administrasi pembukuan," jelas Agus dalam SAR gatheringyang bertajuk 'Inovasi dalam Optimalisasi Pelayanan Informasi, di Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 17 Oktober 2014.
 
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif