Romy Blak-Blakan Ungkap Proses Pemilihan Cawapres Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy. Foto: MI/Panca.
Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy menceritakan proses pemilihan calon wakil presiden (cawapres) pendamping  Presiden Joko Widodo. Ada serangkaian peristiwa hingga akhirnya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dipilih.
 
"Skenario calon wakil presiden itu tidak tunggal. Ada beberapa skenario di sana," kata Romy, sapaan Romahurmuziy, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Agustus 2018.
 
Menurut dia, koalisi menyiapkan Jokowi dipasangkan dengan Ma'ruf, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, hingga mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung. Bahkan, kata dia, ada pula skenario Jokowi diduetkan kembali dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla jika gugatan uji materi diterima MK.
 
"Skenario itu diuji Presiden kepada pimpinan-pimpinan partai politik hampir 2-3 hari sekali menuju hari pengambilan keputusan itu," ungkap dia.
 
Medio Juli 2018, Romy sempat menemui Mahfud di kediamannya. Dia memaparkan rapat Majelis Tinggi PPP menghasilkan dua skenario. Rancangan ini dibuat mengantisipasi bila kubu lawan meminang Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufri atau Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat.
 
Mahfud atau pun Ma'ruf, kata Romy, berpeluang dimajukan bila Habib Salim yang dijadikan cawapres oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dalam pertemuan lain, Romy sempat memaparkan elektabilitas Mahfud ada di tiga besar dalam survei internal. Namun, dia menekankan belum ada keputusan final soal Mahfud menjadi cawapres.
 
"(Sebanyak) 90 persen memang Pak Mahfud (bisa terpilih). Hanya saja, tentu 10 persen ini akan kami konfirmasi kepada beberapa pihak. Itu persis yang saya sampaikan ke beliau ketika saya, dua hari sebelum penutupan pendaftaran pilpres," ucap Romy.

Baca: Risma Siap Masuk Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf

Romy pun membantah memberikan harapan palsu kepada Mahfud. Dia juga tak tahu bila ada pihak yang sudah meminta Mahfud bersiap hingga mengukur baju.
 
Selain itu, dia juga tak mengetahui bila Mahfud sudah menunggu di sekitar Resto Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, lokasi deklarasi cawapres Jokowi pada Kamis, 9 Agustus 2018. Namun, dia mengakui Mahfud sempat meneleponnya, tetapi tak terangkat.
 
Di sisi lain, Rommy memahami kekecewaan Mahfud lantaran batal mendampingi Jokowi. Dia hanya meminta semua pihak memahami keputusan bisa berganti dengan cepat.
 
"Namanya politik itu berubah setiap saat. Seperti yang saya katakan bahwa sejak awal belum pernah ada keputusan soal siapa calon wakil presiden," jelas dia.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id