Keterlibatan Perempuan dalam Pemilu Diperkuat
Ketua KPU Arief Budiman meneken MoU dengan Menteri PPPA Yohana Yembise. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Langkah itu untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam pemilihan umum.

Ketua KPU Arief Budiman menyatakan siap memberikan perhatian kepada perempuan dan anak. Keberpihakan akan ditunjukkan dalam berbagai aspek.

"Bukan hanya dalam kegiatan di lapangan, tapi dalam regulasi yang dibuat memberikan keberpihakan itu dan menjaga agar kesepakatan pemilihan umum yang berlaku secara universal di dunia diterapkan di Indonesia," kata Arief di Ruang Sidang Utama Lantai 2 KPU, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Mei 2018.


Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri PPPA Yohana Yembise. Yohana berharap nota kesepahaman membuat KPU dapat turut membantu majunya perempuan sebagai kepala negara.

"Bagaimana caranya bisa bersama-sama masuk dalam pengambilan keputusan karena KPU itu kan bagian dari proses pemilih pemimpin negara dan juga bisa ikut mengambil keputusan juga," ujar Yohana.

Baca: Ketua DPR Sepakat Caleg Eks Napi Koruptor Ditandai

Selain penandatanganan MoU dengan Kementerian PPPA, KPU juga menandatangani MoU dengan PT Pos Indonesia. Direktur Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Barkah Hadimoeljono mengatakan siap mengamankan dokumen KPU.

"Kita akan mempersiapkan segala sesuatu untuk distribusi di daerah juga sudah proaktif dengan KPU daerah untuk distribusi," tutur dia.

Di sisi lain, Barkah menyatakan PT Pos Indonesia juga turut memperhatian posisi perempuan. "Alhamdulillah kita menduduki perempuan lebih dari 60 persen kadernya perempuan. Di kami sudah memulai ada kepala diduduki oleh perempuan."





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id