Ratusan Tokoh Eks 212 Dukung Jokowi-Ma'ruf
Koordinator Eks 212 Razman Arif Nasution bersama para anggota Eks 212. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
Jakarta: Ratusan orang yang tergabung dalam Eks 212 menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Mereka merupakan orang-orang yang pernah tergabung dalam gerakan Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 atau 212.
 
Koordinator Eks 212 Razman Arif Nasution mengatakan anggota Eks 212 berisi para ustaz dan kiai yang ikut dalam gerakan 212 di Monas, Jakarta Pusat. Ia mengklaim ada ratusan tokoh aktivis 212 yang sudah sepakat memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
 
"Mulai hari ini kami sebut namanya eks 212 kawal Kiai Haji Ma’ruf Amin," kata Razman di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.
 
Menurut Razman, sikap ini sekaligus meluruskan opini yang dibangun Presidium Alumni 212 yang seolah menunjukkan seluruh mantan aktivis 212 merapat ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
"Bahkan ada ketua umum yang sepertinya mereka itu sudah memutuskan dukungan kepada pasangan Pak Prabowo-Sandiaga," ujarnya.

Baca: Menguatkan Politik Adu Gagasan

Menurut Razman, sikap PA 212 itu menjadi perhatian para tokoh yang juga ikut dalam aksi 212. Ia menegaskan sikap PA 212 tidak bisa dikatakan mewakili seluruh aspirasi peserta aksi.
 
"Dalam konteks itu orang-orang yang melakukan ijtima satu dan dua, perlu dipertanyakan tentang maksud dan tujuan ijtima," ujarnya.
 
Salah satu ustaz yang mengaku ikut andil dalam gerakan 212, Sulaiman, mengaku membawa jemaah berjalan kaki dari Jatinegara hingga Monas saat aksi berlangsung.
 
"Kami menginginkan 212 milik bersama. Kita juga berhak mengklaim bahwa kami Eks 212 dukung Jokowi Ma'ruf Amin," kata Sulaiman.
 
Anggota Eks 212 lainnya, Kiai Kurtubi, mengatakan keberadaan ulama menjadi pemimpin di Indonesia merupakan salah satu semangat yang melatarbelakangi gerakan 212. Para peserta 212 ingin pemimpin yang memiliki aqidah yang sama.
 
"Kita lihat Kiai Ma`ruf ada di sini, kalau kita berbelok atau tidak melanjutkan perjuangan (212) ini maka itu salah. Bukan sesat, tujuan kita agar Allah SWT memberikan pemimpin yang se-aqidah atau ilmu pengetahuan agamanya lebih baik," kata kiai asal Banten itu.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id