Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Bakal Capres Didorong Utamakan Pencapaian Bukan Klaim Dukungan

Whisnu Mardiansyah • 29 Juni 2022 22:05
Jakarta: Partai Garuda mempertanyakan klaim dukungan calon-calon yang mengatasnamakan dukungan masyarakat untuk maju sebagai calon presiden. Padahal, dukungan yang sah berdasarkan undang-undang mendapatkan pengusungan dari partai politik.
 
"Kalau ukuran suara rakyat itu berdasarkan deklarasi, maka saya bayar beberapa orang di setiap daerah untuk deklarasi, saya klaim atas nama rakyat, maka otomatis saya resmi jadi Capres 2024," kata Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi di Jakarta, Rabu, 29 Juni 2022.
 
Menurut, Teddy sah-sah saja semua orang mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden. Utamakan kelebihan dan pencapaian agar menarik hati rakyat. Bukan sekadar mengeklaim dukungan suara rakyat atau dari kelompok tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini pembodohan, suarakan saja kelebihan bakal calon kalian. Dengan klaim suara rakyat, itu menandakan bahwa bakal calon kalian tidak mempunyai prestasi apa-apa," ujar Teddy.
 
Baca: Saiful Mujani Sebut Capres Rela Lakukan Beragam Cara Rebut Kemenangan

Ia menambahkan mekanisme sistem berdemokrasi di Indonesia melalui pemilihan umum (Pemilu). Calon presiden yang maju mendapatkan dukungan dari partai politik peserta pemilu dengan mengantongi 20 persen suara. 
 
"Suara rakyat yang paling benar itu adalah hasil pemilu dan pilkada. Siapa yang terpilih, itulah hasil riil dari suara rakyat, bukan klaim kelompok pendukung calon tertentu atau klaim dari pihak yang mengajukan judicial review ke MK," jelas Teddy.
 
Menurut Teddy, klaim dukungan saja tidak bisa mewakili atas nama suara rakyat. Terkecuali bakal calon presiden ditentukan melalui mekanisme pemilu bukan lewat pengusungan partai politik.
 
"Kecuali ada pemilu untuk menentukan bakal calon presiden, di mana tiga terbanyak yang dipilih dari pemilu tersebut, otomatis menjadi calon presiden yang akan maju dalam pilpres, maka 3 calon itu boleh diklaim berdasarkan suara rakyat, kalau hanya di klaim kelompok pendukung, itu enggak bisa mewakili suara rakyat Indonesia," ujarnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif