Kepala Kejati Toni Spontana diapit Anies-Sandi. Foto: Metrotvnews.com/Lis Pratiwi
Kepala Kejati Toni Spontana diapit Anies-Sandi. Foto: Metrotvnews.com/Lis Pratiwi

Duet Anies-Sandi Dinilai Sulit Terulang

Nasional pilkada DKI Jakarta PKS Partai Gerindra Pilpres Sandiaga Uno Anies Baswedan
Fachri Audhia Hafiez • 21 September 2021 10:04
Jakarta: Duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno disebut tak akan terulang pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kedua tokoh dinilai bagai dua kutub yang sulit dipertemukan lagi.
 
"Saya enggak yakin bahwa Anies dan Sandi ini bisa dipasangkan di Pilpres. Pada level hubungan pribadi enggak ada masalah Sandi sama Anies, tapi pada level politik rumit," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, saat dihubungi, Selasa, 21 September 2021.
 
Menurut Adi, sosok Sandi saat ini mewakili pemerintah. Sementara, Anies cenderung diibaratkan sebagai sosok oposisi, meski tak bergabung dalam partai tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Suka tidak suka, Partai Gerindra, Sandiaga Uno, adalah wajah pemerintah saat ini, mewakili wajah pemerintah saat ini. Sementara Anies di luar, sulit untuk digabungkan," ujar Adi.
 
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini mengatakan daya tawar Anies juga kurang dibandingkan Sandi. Tawaran Anies sebagai calon presiden (capres) akan mengalami kebuntuan.
 
"Kalau ingin memasangkan Anies sama Sandi, enggak masuk akal. Kalau pun bisa maju, paling mungkin Sandi capresnya, bukan Anies, kan di situ kalkulasi politiknya," ucap Adi.
 
Baca: Gerindra Ogah Buru-Buru Tentukan Nama Capres 2024
 
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, juga mengungkapkan hal senada. Posisi Gerindra di dalam koalisi pemerintah menyulitkan duet Anies-Sandi seperti pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.
 
"Kelihatannya menduetkan kan lagi pasangan tersebut agak sulit dan berat," kata Ujang.
 
Di sisi lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang cukup dekat dengan sosok Anies mesti mencari dukungan partai politik lain untuk menatap 2024. Hal ini guna menjaring dukungan sebagai syarat ambang batas presiden atau presidential threshold sebanyak 20 persen dari jumlah kursi di DPR.
 
"Bisa gerilya cari dukungan ke NasDem dan lain-lain. Semua masih belum kelihatan konstruksi politiknya," ucap Ujang.
 
Sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menanggapi soal wacana duet Anies dan Sandi pada Pilpres 2024. "Duet Anies-Sandi adalah sebuah keniscayaan," kata Presiden PKS Ahmad Syaikhu, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 16 September 2021.
 
PKS, kata dia, masih mencari sosok yang tepat untuk diusung pada Pilpres 2024. PKS juga terus menjalin atau membangun komunikasi dengan sejumlah pihak sebelum menentukan pilihan ke depannya.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif