NEWSTICKER
Ilustrasi mudik. MI
Ilustrasi mudik. MI

Pemerintah Harus Antisipasi Warga yang Nekat Mudik

Nasional Virus Korona mudik lembaran virus corona
Kautsar Widya Prabowo • 27 Maret 2020 12:11
Jakarta: Pemerintah didesak mengantisipasi masyarakat yang tetap nekat mudik Lebaran 2020 di tengah wabah virus korona (covid-19). Pemerintah juga diharap menyiapkan langkah strategis jika imbauan menghindari berpotensi berubah menjadi larangan mudik.
 
"Kita minta (antisipasi) yang konkret kepada Kemenenterian Perhubungan kalau(mudik) tetap terjadi," ujar Wakil Ketua Komisi V Syarief Abdullah Alkadrie kepada Medcom.id, Jumat, 27 Maret 2020.
 
Salah satunya, berkoordinasi dengan perusahaan otobus agar tidak melayani pemudik. Di samping itu, pemerintah bisa memberikan insentif ke perusahaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah juga perlu berkoodinasi dengan pemerintah daerah agar tidak mengizinkan kendaraan pemudik melawati daerahnya. Terlebih saat beberapa daerah telah menutup diri (lockdown) untuk menekan penyebaran covid-19.
 
"Kendaraan pribadi dilokalisasi, kerja sama dengan pemda tidak menerima pendatang saat mudik lebaran," jelasnya.
 
Baca: Pembahasan Larangan Mudik Ditunda
 
Sebelumya, pemerintah menggodok opsi kebijakan tidak mudik Lebaran 2020 guna mencegah penyebaran virus korona. Luhut Binsar Pandjaitan yang ditugaskan sebagai pelaksana tugas (plt) Menteri Perhubungan mengatakan ada tiga skenario yang tengah dibahas.
 
Pertama, bussines as usual artinya mudik Lebaran seperti dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Kedua, meniadakan mudik gratis oleh perusahaan. Ketiga, skenario pelarangan mudik.
 
"Ketiga skenario itu akan segera dilaporkan kepada Presiden (Joko Widodo)," kata Luhut lewat juru bicaranya, Jodi Mahardi, di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif