NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Guru Besar UGM Yakin Tak Ada Penghapusan Amdal

Nasional Omnibus Law
Media Indonesia • 27 Februari 2020 22:08
Jakarta: Sejumlah kalangan khawatir Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law Cipta Kerja) berdampak pada longgarnya pengawasan terhadap lingkungan hidup. Apalagi muncul wacana akan ada penghapusan tahapan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
 
Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) San Afri Awang menepis kekhawatiran itu. Ia meyakini, secara substansi, amdal tidak akan hilang dari RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
 
"Kalau ada yang bilang amdal hilang, harusnya dia baca dulu draf RUU-nya secara lengkap. Meskipun nomenklatur izin lingkungan dihilangkan, namun substansi muatan dari izin lingkungan tersebut tidak dihilangkan. Masuk dalam izin usaha," kata San Afri, Kamis, 27 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut San Afri, semangat yang diusung RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini adalah penyederhanaan regulasi. Selama ini dia menilai banyak investasi yang akan masuk namun terganjal masalah. Acap kali amdal susah terbit karena faktor oknum yang 'bermain' untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
 
"Sistem terbitnya izin usaha sering terganjal karena amdal yang tidak keluar-keluar. Ini terjadi karena permainan oknum juga. Jadi, sistem dan oknum dalam sistem yang lemah inilah yang kemudian dibenahi lewat omnibus law," kata dia.
 
Dia melihat pendekatan perizinan lingkungan di beleid omnibus law berbasis pendekatan risiko. Omnibus law membagi risiko menjadi tiga tingkatan, yakni risiko tinggi, sedang, dan rendah atau risiko kecil.
 
"Tingkatan risiko tersebut akan dibuatkan standar baku mutunya. Risiko tinggi wajib dilakukan amdal, risiko sedang dapat dikelola melalui UKL-UPL (upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup), dan risiko rendah dilakukan dengan sistem registrasi melalui standar baku sebagai alat kontrol," jelasnya.
Guru Besar UGM Yakin Tak Ada Penghapusan Amdal
Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) San Afri Awang. Foto: MI
 
Baca: Izin Amdal Tak Dihapus dalam RUU Cipta Kerja
 
Sekjen KLHK Bambang Hendroyono juga menegaskan amdal tetap diatur di dalam Omnibus Law Cipta Kerja. Persetujuan dokumen amdal, kata dia, dalam bentuk surat keputusan kelayakan lingkungan hidup. Surat ini akan diintegrasikan ke dalam perizinan berusaha dan akan menjadi dasar penerbitan izin usaha.
 
"Rumusan ini pada dasarnya memosisikan persyaratan dan kewajiban dari aspek lingkungan menjadi lebih powerful. Bila sebelumnya izin lingkungan berada di luar izin usaha, maka sekarang ia berada di dalam (built in)."
 
"Kalau sebelumnya izin usaha dan izin lingkungan berjalan sendiri-sendiri, sekarang diubah menjadi satu kesatuan tidak terpisahkan. Jadi, kalau tidak memenuhi persyaratan aspek lingkungan, maka izin usahanya bisa dicabut," jelas Bambang.
 
Ke depan, KLHK akan menyiapkan peraturan pemerintah (PP) untuk menopang rumusan tersebut. Ini dilakukan untuk memastikan integrasi kewajiban amdal dan UKL-UPL termuat dalam perizinan berusaha.
 
"Jadi, amdal tidak lagi diposisikan sebagai syarat kunci memulai izin usaha, tapi menjadi standar yang wajib dipenuhi para pelaku usaha. Standar ini akan berlaku sama di semua daerah, sehingga menutup peluang ada oknum yang bermain," kata Bambang.
 
Dengan kata lain, kata dia, amdal tidak hilang dalam omnibus law, tapi justru diperkuat untuk mendorong ekonomi daerah. "Karena, amdal diposisikan sebagai kajian dampak lingkungan yang lebih komprehensif," ujar dia.
 
Baca: Pemerintah Diminta Kaji Ulang Penghapusan IMB dan Amdal
 
Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) khawatir pemerintah akan menghapus tahapan amdal melalui RUU Cipta Kerja. Penghapusan diduga untuk mempermudah izin investasi.
 
"Bagi kami, itu adalah sebuah proteksi dari upaya penghancuran terhadap lingkungan dan mitigasi dari ancaman krisis lingkungan yang lebih masif," ujar Koordinator Desk Politik Walhi, Khalisa Khalid, Senin, 25 November 2019.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif