NEWSTICKER
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Hermawan Saputra. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Hermawan Saputra. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Pencegahan Virus Korona Tanggung Jawab Bersama

Nasional kesehatan Virus Korona virus corona
Theofilus Ifan Sucipto • 29 Februari 2020 14:51
Jakarta: Pencegahan virus korona (novel coronavirus) Covid-19 di Indonesia menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran masing-masing.
 
"Kasus korona bukan hal yang jauh dari kita tapi seluruh negara udah terjadi (kasus positif covid-19)," kata Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Hermawan Saputra, dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Februari 2020.
 
Hermawan menyebut momentum ini tepat untuk mengkaji dan menganalisis kesehatan masyarakat. Pemerintah, kata dia, juga perlu berkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan dan tenaga medis di daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Tiongkok sendiri yang menjadi korbannya malah tenaga medis," ujar Hermawan.
 
Pencegahan Virus Korona Tanggung Jawab Bersama
Seorang staf bekerja mendorong peralatan medis di tengah wabah korona di Tiongkok. Foto: AFP/GREG BAKER
 
Hermawan mengimbau masyarakat tidak panik. Kewaspadaan warga sangat dibutuhkan agar Indonesia tetap bersih dari kasus terjangkit korona. Caranya, segera memeriksa kesehatan jika terindikasi gejala Covid-19 seperti demam dan gangguan pernapasan.
 
"Jangan sungkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker," imbuhnya.
 
Masyarakat juga perlu menjaga jarak dengan orang sakit. Pasalnya, virus korona tersebar melalui kontak langsung.
 
"Saat ini harus bijaksana dan legawa untuk melindungi satu sama lain," pungkasnya.
 
Baca: WHO Tingkatkan Status Risiko Korona ke Level Tertinggi
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status risiko global penyebaran virus korona COVID-19 ke level teratas, yakni "Sangat Tinggi." Namun, WHO tetap optimistis peluang mengendalikan penyebaran virus ini masih terbuka jika rantai transmisinya diputus.
 
Lebih dari 50 negara kini telah melaporkan kemunculan COVID-19, sejak virus tersebut pertama kali muncul di Tiongkok pada Desember 2019.
 
Berdasarkan data di situs pemantau John Hopkins CSSE, angka kematian akibat korona di level global kini telah melampaui 2.900, dengan total kasus melebihi 85 ribu. Sementara jumlah pasien sembuh mencapai 39.416 orang.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif