PPP Tolak Perilaku Cabul Masuk Penjelasan Pasal RUKHP

Kautsar Widya Prabowo 04 Juni 2018 02:02 WIB
ruu kuhp
PPP Tolak Perilaku Cabul Masuk Penjelasan Pasal RUKHP
Sekjen PPP Arsul Sani. Foto: MI/Susanto
Jakarta: PPP menolak perbuatan cabul sesama jenis atau kaum LGBT hanya masuk dalam penjelasan pasal revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Unsur tersebut seharunya masuk dalam rumusan pasal.

Sekreataris Jenderal PPP, Arsul Sani, yang juga anggota Panja (Panitai Kerja)
RKUHP Komisi III DPR menjelaskan bahwa reformulasi yang disampaikan tim ahli pemerintah menyangkut rumusan pasal-pasal dan juga penjelasan pasal. 

"PPP tidak akan menerima kalau unsur sesama jenis maupun berlawanan jenis itu hanya masuk dalam penjelasan," ujar Sekreataris Jenderal PPP, Arsul Sani dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu, 3 Juni 2018.


Dengan masuk dalam rumusan pasal, kata dia, bisa memberi pesan tegas kepada publik. Indonesia melarang perbuatan cabul yang dilakukan berlawan jenis maupun sesama jenis.

Ia mengatakan pasal tersebut tidak difokuskan pada hubungan sesama jenis atau LGBT, melainkan pada perbuatan cabul baik lawan jenis dan sesama jenis. 

"Jadi laki-laki atau perempuan baik yang normal atau LGBT hanya dipidana kalau melakukan perbuatan cabul," tuturnya.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id