NasDem: Jokowi Ingin Cawapres Seperti JK
Anggota Dewan Pakar Partai NasDem Taufiqulhadi
Jakarta: Joko Widodo menilai Jusuf Kalla masih yang terbaik sebagai figur cawapres. Namun, keinginan itu dirasa terbentur aturan Mahkamah Konstitusi. 

Anggota Dewan Pakar Partai NasDem Taufiqulhadi membaca, pernyataan Jokowi tentang JK itu, sebagai sinyal Jokowi ingin figur cawapres memiliki reputasi seperti JK.

"Pak Jokowi telah mengatakan sebetulnya, dia ingin membawa pimpinan yang mendampingi nanti adalah orangnya seperti Pak JK, itu maksudnya," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 27 April 2018.


Taufiqulhadi melihat figur JK bisa melengkapi Jokowi. JK dinilai bisa merepresentasikan masyarakat dari luar pulau Jawa.

"Itu komplementatif, dalam konteks Pak Jokowi. Karena Pak Jokowi adalah orang Jawa, maka ketika dia berpasangan dengan Pak JK, dia saling melengkapi," ujarnya. 

(Baca juga: MKGR Dorong Airlangga Jadi Cawapres Jokowi)

Taufiqulhadi menyebut jika pendamping Jokowi nanti sama-sama dari Pulau Jawa, kurang pas. Sebab, Jokowi, sudah cukup merepresentasikan masyarakat Pulau Jawa.

"Kalau misalnya sama-sama Jawa, sama-sama sipil, tidak ada komplementatif (melengkapi), dan itu sama dengan tidak ada wapres," tutur dia.
 
Dalam sebuah acara talkshow salah satu televisi swasta, Jokowi mengomentari sejumlah nama yang masuk bursa cawapres. Salah satunya, Jusuf Kalla. 

"Kalau memang undang-undang, konstitusi memperbolehkan kenapa tidak. Ya termasuk yang terbaik kan Pak JK, ya beliau menurut saya yang terbaik," jawab Jokowi. 
 





(REN)