Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Wapres Tekankan Pengelolaan Risiko Bencana Jadi Prioritas

Nasional jusuf kalla
Fachri Audhia Hafiez • 16 Mei 2019 20:05
Jenewa: Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menghadiri Global Platform on Disarter Risks Reduction (GPDRR) di International Conference Center Geneva (CICG) Swiss. Dalam kesempatan itu, Kalla menyampaikan komitmen Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana.
 
Kalla turut menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Swiss sebagai tuan rumah Pertemuan Global Pengurangan Risiko Bencana PBB tahun 2019 dan pada The UN Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) yang telah menyelenggarakan pertemuan tersebut.
 
Sebagai negara yang telah mengalami banyak bencana alam, lanjut Kalla, Indonesia memahami betul arti penting implementasi Kerangka Sendai. Untuk diketahui, Kerangka Sendai merupakan perjanjian global untuk Pengurangan Risiko Bencana dari 2015 hingga 2030.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Indonesia turut bangga dapat mengambil bagian pada pertemuan yang terhormat ini, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama kita dalam pelaksanaan Kerangka Sendai. Pada tingkat lokal dan nasional, pengelolaan risiko bencana, telah dan selalu menjadi prioritas Indonesia,” kata Kalla, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Kalla menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan institusi serta para pemangku kepentingan terkait untuk kembali memperkuat kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi bencana. Hal tersebut sebagai wujud cerminan komitmen politik Indonesia yang telah dimulai sejak Februari 2019.
 
Dalam instruksi tersebut, Jokowi memerintahkan implementasi kemitraan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan mengintegrasikan rencana pembangunan yang mencakup pengurangan risiko bencana. Kemudian, koordinasi pemerintah daerah dan nasional, serta penerapan pengurangan risiko bencana yang berbasis ilmu pengetahuan di tingkat lokal dan nasional.
 
“Kami menerapkan pendekatan pentahelix (konsep pembangunan), yang meliputi antara lain, pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, sektor swasta, serta organisasi masyarakat sipil,” ujar Kalla.
 
Dalam upaya integrasi pengurangan risiko bencana ke dalam agenda pembangunan, pemerintah telah mengarusutamakan perspektif pengurangan risiko bencana. Komitmen itu masuk ke dalam seluruh aspek rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.
 
Kalla menegaskan, keuntungan yang diperoleh dari pembangunan tersebut juga telah didayagunakan untuk memperkuat upaya implementasi agenda-agenda pengurangan risiko bencana.
 
“Hal ini tercerminkan melalui penggunaan prinsip-prinsip Revolusi Industri 4.0 dalam memasyarakatkan indeks risiko bencana Indonesia secara meluas, dengan dukungan pusat informasi daring,” tutur Kalla.
 
Dalam Forum 'Resillience Dividend: toward Sustainable and inclusive Societe', Kalla menuturkan tidak ada satupun negara yang dapat menghadapi sendiri dampak dari bencana. Indonesia, percaya bahwa kerja sama internasional memainkan peranan yang sangat penting.
 
Kalla menjelaskan, program dan pelatihan yang telah di jalankan sebagai wujud dari komitmen terhadap kerja sama internasional. Program-program itu di antaranya upaya bersama di bidang peningkatan kapasitas, khususnya melalui mekanisme triangular dan Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS).
 
Negara-negara yang bekerjasa meliputi Fiji, India, Selandia Baru, Australia, Korea Selatan, Jepang, Swiss, Amerika Serikat, dan negara-negara ASEAN yang berbagi pengalaman serta praktik terbaik dengan negara-negara ASEAN dan Uni Eropa. Kemudian melakukan latihan gabungan bersama negara-negara ASEAN, khususnya di bawah skema Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Kawasan ASEAN (ARDEX).
 
Dirinya mengajak kembali komitmen bersama dalam kemajuan kerja sama internasional, khususnya untuk memastikan implementasi enam target prioritas Kerangka Sendai lainnya. “Pada kesempatan ini, Saya ingin menegaskan kembali kesiapan dan komitmen Indonesia untuk mendukung perwujudan kerja sama internasional dalam pengurangan risiko bencana,” tegas Kalla.
 
Kalla juga menekankan, Indonesia bersedia untuk menjajagi kemungkinan kerja sama di bidang riset, ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta peningkatan kapasitas masyarakat lokal dalam menghadapi fenomena alam yang berulang ini.
 
“Kami yakin bahwa multilateralisme tetap memainkan peranan penting dalam upaya bersama dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana,” tutur dia.
 
Wapres juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas solidaritas masyarakat internasional yang diberikan kepada Indonesia saat terjadinya gempa bumi dan tsunami di Lombok, Palu, dan Selat Sunda.
 
Mendampingi Wapres pada acara tersebut diantaranya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Puan Maharani, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo serta Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif