Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia

DPR Batal Bentuk Pansus Jiwasraya dan ASABRI

Nasional Jiwasraya ASABRI
Nur Azizah • 15 Januari 2020 11:58
Jakarta: DPR batal membentuk panitia khusus (pansus) PT Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya), dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Komisi terkait akan membentuk panitia kerja (panja).
 
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan Komisi VI membentuk panja pengawasan BUMN dan supervisi kinerja Jiwasraya dan ASABRI. Sedangkan, Komisi XI melakukan pengawasan dan supervisi terkait keuangan.
 
"Kita minta buat panja. Komisi III untuk mengawasi dan supervisi hal-hal yang telah dilakukan oleh Kejaksaan Agung kemarin," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Dasco, panja lebih efektif mengusut kasus Jiwasraya dan ASABRI ketimbang pansus. Sebab, pembentukan panja lebih cepat.
 
"Menurut kami hal-hal itu untuk merespons kerja cepat pemerintah agar dana masyarakat bisa kembali," ungkap dia.
 
Politikus Partai Gerindra ini menyebut panja bisa dibentuk dalam hitungan hari. Panja akan dibahas masing-masing komisi.
 
"Menurut saya pansus terlalu lama prosesnya karena pemerintah itu sudah melakukan hal-hal yang perlu kita respons cepat. Kalau panja kan cepat saja, hari ini bisa segera bikin panja di masing-masing komisi," pungkas dia.
 
Dugaan korupsi terjadi di dua perusahaan berpelat merah tersebut. Kasus rasuah itu pertama kali terungkap di Jiwasraya. Bahkan, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka.
 
Kelima orang yang ditetapkansebagai tersangka yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International TbkBenny Tjokrosaputro.
 
Belakangan ini dugaan korupsi juga terjadi di ASABRI.Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut ASABRI merugi negara Rp10,4 triliun.

 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif