NEWSTICKER
Ketua KPU Arief Budiman memperlihatkan surat pengunduran diri Wahyu Setiawan di Gedung KPU, Jumat, 10 Januari 2020. Medcom/Zaenal Arifin.
Ketua KPU Arief Budiman memperlihatkan surat pengunduran diri Wahyu Setiawan di Gedung KPU, Jumat, 10 Januari 2020. Medcom/Zaenal Arifin.

I Dewa Raka Sandi Bakal Gantikan Wahyu Setiawan

Nasional kpu
Zaenal Arifin • 10 Januari 2020 20:07
Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan pengganti Wahyu Setiawan tak perlu mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPR. Posisi Wahyu bakal digantikan I Dewa Raka Sandi.
 
"Dulu dia Ketua KPU Provinsi Bali, sekarang dia anggota Bawaslu Provinsi Bali," kata Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.
 
Dewa Raka Sandi merupakan salah satu calon komisioner KPU dalam seleksi sebelumnya. Dewa Raka Sandi telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dewa Raka Sandi tak terpilih saat pemungutan suara di DPR. Dewa Raka Sandi menduduki posisi delapan dalam seleksi komisoner KPU dengan perolehan 21 suara pada 2017.
 
Sebelumnya, Wahyu Setiawan resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai komisioner KPU. Surat pengunduran diri itu disampaikan keluarga Wahyu kepada KPU.
 
KPU akan mengirim surat pengunduran diri itu ke Presiden Joko Widodo. Salinan surat pengunduran diri juga akan dikirimkan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan DPR.
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga menjadi staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan hanya Harun Masiku yang belum ditahan KPK. KPK meminta Harun segera menyerahkan diri. Sementara itu, tiga tersangka lain menghuni Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
 
"Wahyu Setiawan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Untuk Agustiani, ditahan di Rutan K4 KPK, dan Saeful di Rutan C1 KPK," kata Ali.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif