40% Akar Rumput PPP tak Dukung Jokowi
Sekjen PPP Arsul Sani.
Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengakui masih ada sebagian kader di bawah yang belum satu suara mendukung Joko Widodo. Hal itu dilatarbelakangi sikap PPP terdahulu yang berseberangan dengan Jokowi. 

"Kita lihat sejarah panjang PPP dengan Pak Jokowi, itu sejarah panjangnya berhadap-hadapan, tidak mengusung. Mulai dari Pilwalkot Surakarta 2005 dan 2010. Kemudian Pilpres 2014. Bahkan di Pilgub DKI pun PPP tidak mengusung Pak Jokowi," terang Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 20 April 2018.

Arsul memahami belum semua kader di akar rumput mendukung Jokowi. Ini menjadi tugas DPP meyakinkan kader di akar rumput pilihan partai berlambang Ka'bah itu tak keliru.  


(Baca juga: PPP Mengaku Dirayu Gerindra)

"Indikatif survei kita itu masih sekitar 40 persen akar rumput PPP yang belum bisa move on dari Pilpres 2014. Ini ya kita sikapi secara wajar saja dan apa adanya. Dan tentu menjadi kewajiban kami sebagai pimpinan PPP," jelas Arsul. 

Ketua Umum PPP Romahurmuziy getol berkunjung ke daerah bertemu dengan konstituen dan kader. Untuk menjelaskan mengapa misalnya mukernas PPP dari awal mengusung Jokowi.

Arsul yakin 40 persen kader yang belum sepaham dengan sikap PPP tak mengalihkan suara mereka ke poros lain. Menurutnya, masing-masing partai memiliki segmen suara tradisional sendiri. Ia tak bisa memungkiri suara 40 persen ini diincar oleh partai lain. 

"Kalau soal akar rumput pemilih masing-masing partai pasti juga ingin mengincar segmen lainnya yang secara tradisional," pungkas dia. 







(REN)