Tipikal Pendamping Jokowi Harus Seperti JK
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) sebelum memimpin rapat terbatas tentang pengelolaan dana haji di Istana Bogor, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)
Jakarta: Hingga saat ini partai pendukung Presiden Jokowi belum menentukan siapa yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. Beberapa partai pendukung seperti Golkar dan PPP sepakat akan membahas hal itu usai pilkada serentak.

Namun di balik belum ditentukannya calon wakil presiden pendamping Jokowi ada dugaan bahwa mantan Wali Kota Solo itu sudah terlalu nyaman dengan wakil presidennya saat ini; Jusuf Kalla.

Pengamat Politik Muradi menilai problem yang saat ini dihadapi oleh Jokowi dan partai pendukungnya adalah menemukan calon pendamping yang mirip dengan sosok JK.


"Sayangnya kalau memilih JK problemnya bukan cuma fisik dan usia namun juga berdampak pada regenerasi. Saya termasuk yang tidak setuju jika memaksakan JK kembali berpasangan dengan Jokowi," ujarnya, dalam Prime Talk, Kamis, 4 Mei 2018.

Muradi mengatakan JK adalah figur ideal yang bisa dijadikan sebagai pendamping. Meskipun berasal dari Partai Golkar yang basisnya nasionalis di balik itu JK juga merupakan sosok yang religius. Terbukti dengan posisi JK yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia.

Jokowi, kata Muradi, perlu pendamping yang bisa mengimbangi kecepatan kerja dia. Tapi bukan Jusuf Kalla. Baik Golkar maupun PPP harus mampu menampilkan wajah baru yang kapasitasnya mendekati JK.

"JK itu paket komplit, dia dari partai nasional tapi latar belakangnya agama. Problemnya, kalau JK yang diusung lagi tidak bagus untuk partai politik dan kondisi politik Indonesia ke depan," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id