Ketua Umum Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama kader PDIP. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama kader PDIP. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.

Megawati Minta Politikus Cintai Bahasa Indonesia

Nasional pilpres 2019
Arga sumantri • 20 September 2018 16:32
Jakarta: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak semua pihak mencintai bahasa Indonesia, termasuk para politikus. Mereka yang merasa jago bahasa asing diminta tak sombong.
 
Sindirian itu dilontarkan Mega menanggapi usulan debat Pilpres 2019 menggunakan bahasa Inggris. Megawati heran ada pihak yang mengusulkan hal itu.
 
"Saya pikir bagaimana ini? Ke mana bahasa kita? Apa kalau bisa bahasa Inggris itu istimewa? Tidaklah," kata Mega di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 20 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan ini diungkapkan Mega saat berpidato di hadapan kadernya dalam peluncuran 'Atribusi Partai Galang Pemilih Muda Masa Depan Indonesia` PDIP. Mega menyoroti sejumlah pelaku seni yang sudah memiliki karir internasional, tapi masih cinta Indonesia.
 
Misalnya, Anggun C Sasmi, salah satu penyanyi yang punya karir internasional namun masih sangat cinta Indonesia.
 
"Dia masih jawani, tidak lupa dia orang Indonesia, tidak menjadi sombong. Masih tetap Indonesia. Walaupun tinggal di Perancis dan bisa bahasa Perancis." ungkapnya.
 
"Makanya saya ketawa ada yang mengusulkan debat presiden pakai bahasa Inggris. Lah, saya pikir bagaimana ini?" tambah Mega.
 
Baca: Debat Pilpres tak Perlu Berbahasa Inggris
 
Sebelumnya, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengusulkan format debat capres dan cawapres pada Pilpres 2019 menggunakan bahasa Inggris. Menurut Yandri, usulan itu bisa menjadi pertimbangan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
"Boleh juga kali, ya. Ya, makanya hal-hal detail seperti ini perlu didiskusikan," kata Yandi seusai rapat sekjen di Posko Pemenangan PAN, Jl Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 13 September 2018.
 
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga senada. Fadli menilai perubahan format debat bagus agar rakyat memiliki pertimbangan luas dalam menentukan pilihan.
 
"Kalau pakai bagus, kalau nggak juga enggak apa-apa. Tapi kalau ada, ya, itu berarti itu suatu kemajuan, tetapi kalau nggak, ya, nggak ada masalah," kata Fadli.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif