Eks Komisaris Utama PT Pelindo I (Persero) Refly Harun di Jakarta, Rabu, 1 Februari 2017. Foto: MI/Rommy Pujianto
Eks Komisaris Utama PT Pelindo I (Persero) Refly Harun di Jakarta, Rabu, 1 Februari 2017. Foto: MI/Rommy Pujianto

Siasat Youtuber Refly Harun Memoles Konten Hukum Jadi Harum

Nasional Virus Korona YouTuber Rangkuman Nasional PSBB
Yogi Bayu Aji • 03 Juni 2020 07:00
Jakarta: Akronim-akronim akrobatik hampir selalu menjadi pembuka konten Refly Harun di kanal pribadi YouTube-nya. Bermodal kaus atau kemeja berwarna cerah, eks komisaris Pelindo I ini tangkas bersilat lidah tentang persoalan hukum di Indonesia.
 
Racikan itu jitu menggiring penonton YouTube melirik channel-nya. Terbukti, baru meluncur pada 22 Maret 2020, dia sudah bisa menarik hampir 7,5 juta viewershingga 2 Mei 2020. Dan dalam rentang yang belum genap dua bulan itu, pengikut setianya (subscriber) pun sudah di angka 144 ribu.
 
Padahal, tepat sebulan sebelumnya, dia baru mendapat musibah dipecat sebagai orang penting di BUMN. Kabar miring tentang dia pun sempat lamat-lamat terdengar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lantas, siasat apa yang membuatnya mampu meracik tema hukum yang kerap dianggap 'berat' menjadi legit? Berikut hasil penelusuran dan pengamatanMedcom.iddari video-video yang dia produksi.

1. Judul bombastis

Kita tengok dari unggahan pertamanya yang bertepatan denganpembatasan sosial berskala besar (PSSB) pencegahan virus korona (covid-19). Eks Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) itu mengunggah video berjudul "LOCKDOWN RUMAH MALAH TERPAPAR VIRUS YOUTUBER!!!" pada Minggu, 22 Maret 2020. Dia berjanji membagikan pemikiran terkait persoalan hukum hingga aktivitas kesehariannya.
 
"Working at home karena covid-19 tidak boleh membuat kita hilang kreativitas," kata Refly dalam kolom komentar di video perdananya itu.
 
Refly menyiapkan beberapa segmen dalam kanalnya. Ada segmen #RAYU (Refly Answers You Understand), #DICECAR (Dialog Cerdas Cara Refly), #TiPU (Tiga Pertanyaan Utama), hingga #JALUR (Jalan Lurus).
 
Kehadiran eks jurnalis ini disambut hangat warganet. Mereka yang sebelumnya mungkin hanya bisa mengikuti kicauan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, kini bisa mendengarkan pemikiran Refly lebih dalam via YouTube.
 
"Mantap, Pak. Media yang bagus untuk mengedukasi masyarakat," kata salah satu warganet, Gunawan Simangunsong.
Siasat <i>Youtuber</i> Refly Harun Memoles Konten Hukum Jadi Harum
Foto: MI/Andri Widiyanto

2. Bahas isu terkini

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Hukum, UGM, periode 1991-1992 itu langsung tancap gas. Pada Senin, 23 Maret 2020, dia menayangkan video kedua berjudul "LOCKDOWN JAKARTA!!!". Sambil bermain basket hingga bernyanyi, dia membedah isu lockdown yang sedang hangat.
 
Dia menjelaskan social distancing dan lockdownsejatinya sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pemerintah dapat menerapkan karantina wilayah dan PSBB dalam menangani wabah.
 
Dalam kanalnya, Refly juga menyoroti isu-isu politik yang hangat dibicarakan publik. Salah satu yang dia bedah yakni kontroversi Staf Khusus (Stafsus) Presiden Gracia Josaphat Jobel Mambrasar (Billy Mambrasa).
 
Isu ini muncul lantaranBilly mengaku memiliki posisi setara menteri dalam situs jejaring sosial profesional,LinkedIn.Refly memaparkan posisi menteri diatur dalam Pasal 17 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
 
Pasal itu menerangkan presiden dibantu menteri-menteri negara. Menteri-menteri itu diangkat dan diperhentikan presiden. Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan. Ketentuan itu berbeda dengan stafsus.
 
Stafsus, kata Refly, berpedoman pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 17 Tahun 2012 tentang Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden. Stafsus diadakan atas kebutuhan presiden.
 
Perbedaan lain yang paling terlihat yaknimenteri ialah jabatan tunggal untuk satu orang, sedangkan stafsus majemuk. Menteri juga punya kedudukan khusus dalam sistem presidensial. Tayangan soal stafsus ini menjadi video Refly paling populer dengan 397 ribu penonton.
 
Siasat <i>Youtuber</i> Refly Harun Memoles Konten Hukum Jadi Harum
Refly Harus (kanan) saat masih menjabat komisaris Pelindo I. Foto: Antara/Septianda Perdana

3. Rutin produksi konten

Di sisi lain, eks wartawan Media Indonesia ini memang cukup produktif menghasilkan video di YouTube. Hal ini terlihat dalam aktivitasnya seminggu terakhir. Dia rutin mengunggah video setiap hari. Dalam dua bulan berkecimpung di YouTube, Refly sudah membagikan 75 video.
 
Produktivitas ini berbanding lurus dengan jumlah pelanggannya di situs berbagi konten-konten media itu. Refly sudah membukukan 143 ribu subscriber. Angka ini sudah lebih dari separuh pengikutnya di Twitter yang mencapai 232 ribu orang.
 
Yang perlu diingat, jumlah 143 ribu pelanggan itu dapat dicapai eks Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) itu dalam dua bulan. Sementara itu, umur akun Twitter Refly yang memiliki 232 ribu follower sudah berjalan hampir sepuluh tahun.

4. Jurus kolaborasi

Refly tampak cukup paham cara mempertahankan penonton setianya. Salah satunya langkah yang dia lakukan yakni berkolaborasi dengan sosok-sosok yang banyak disorot warganet, seperti pengajar Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung.
 
Sosok yang satu ini banyak dibicarakan publik kala Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pasalnya, dia tak segan melontarkan kritik pedas kepada kubu yang kontra dengannya. Namun, di kanal Refly, Rocky tampak menjadi sosok yang hangat.
 
Keduanya berbicara selayaknya kawan lama. Dalam video berjudul "GILIRAN ROCKY GERUNG DITiPU REFLY HARUN: DUNGU ITU KRITIK, BUKAN HINAAN!!!", Refly mengenakan kemeja flanel dengan topi dan kacamata hitam sedangkan Rocky berkaus dan memakai hoodie.
 
Dalam segmen #TiPU itu, Refly melontarkan beberapa pertanyaan kepada Rocky. Pertanyaan dari Refly pun sukses membuat jebolan Departemen Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), sempat kelimpungan. Pasalnya, Rocky ternyata tak dicecar soal keilmuannya.
 
"Pertanyaan pertama, saya tahu Bung Rocky kelahiran 20 Januari 1959 ngaku kan begitu kan. Soalnya enggak keliatan, perut masih six pack, hobi masih naik gunung. Siapa yang menyangka Rocky Gerung sudah 61 tahun. Kebetulan 20 Januari hari lahir keponakan saya juga."
 
"Saya yakin dengan posisi sekarang banyak wanita kejar Bung Rocky. Pertanyaannya kenapa sampai sekarang tidak kawin. Saya bilang kawin ya bukan pernikahan karena undang-undangnya perkawinan bukan pernikahan," tanya Refly dalam video yang tayang, Sabtu, 18 April 2020.
 
Baca:Gamer 84 Tahun Stres Akibat Komentar di YouTube
 
Dengan candaan, Rocky menyebut akan menjawab pertanyaan itu secara konstitusional karena sang penanya pakar hukum. Rocky menyebut dalam hukum, perkawinan adalah hak yang boleh dipakai boleh tidak. Hal ini, kata dia, serupa dengan hak pilih dan soal agama.
 
"Kalau saya jomlo itu artinya saya belum pakai hak yang disediakan konstitusi," kata Rocky sambil tertawa.
 
Rocky pun tak sepakat bila ditanya, "Kenapa tidak kawin". Dia menilai pertanyaan yang tepat yakni, "Kenapa belum kawin". Dia menerangkan kata "tidak" menandakan seseorang sudah final memilih tidak akan kawin.
 
"Kalau yang tanya itu presenter infotainment mungkin saya akan jawab silakan tanya bekas pacar saya," tambah Rocky dalam video yang disaksikan 261 ribu orang itu.
Siasat <i>Youtuber</i> Refly Harun Memoles Konten Hukum Jadi Harum
YouTube pakar hukum Refly Harun. Dokumentasi: YouTube

5. Konten spesifik

Warganet senang dengan tayangan yang disajikan Refly. Beberapa penonton meyakini kanal Refly bisa semakin berkembang ke depan.
 
"Prediksi saya kanal ini akan jadi pesaing Podcast-nya (pembawa acara) Deddy Corbuzier. Deddy kuat di entertainment. Bang Refly ya sudah pasti kuat di pengetahuan politik dan tentu saja konstitusi," ungkap akun YouTube Agnia TV.
 
Sementara itu, warganet lainnya, Haydar Hilmy Asyari, merasa seperti sedang kuliah filsafat politik saat menyaksikan video Refly dan Rocky. Dia menyarankan Refly membuat dialog dengan tokoh-tokoh lainnya.
 
"Sekali-kali undang juga (eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman) Rizal Ramli, (pakar hukum) Irman Putra Sidin, (eks Sekretaris Kementerian BUMN) Said Didu, Babeh Haikal (ustaz Haikal Hassan Baras)," ungkap Haydar.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif