Ilustrasi kartu prakerja. ANT
Ilustrasi kartu prakerja. ANT

Penghentian Program Kartu Prakerja Mesti Diikuti Evaluasi

Nasional Kartu Prakerja
Theofilus Ifan Sucipto • 06 Juli 2020 09:01
Jakarta: Keputusan pemerintah menghentikan paket pelatihan program Kartu Prakerja diapresiasi. Pemerintah dinilai perlu mengevaluasi program tersebut.
 
“Penghentian ini sudah sesuai harapan publik sekaligus jadi bahan evaluasi,” kata anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.
 
Saleh menyebut anggaran program Kartu Prakerja sebesar Rp20 triliun harus berbanding dengan besarnya manfaat yang diterima. Evaluasi diperlukan untuk memastikan program Kartu Prakerja betul-betul tepat sasaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Yaitu memberikan solusi bagi para pencari kerja, para pekerja yang ingin meningkatkan skill, dan terutama para pekerja korban PHK (pemutusan hubungan kerja),” ujar Saleh.
 
Saleh menilai evaluasi perlu melibatkan penegak hukum. Ini untuk mengantisipasi dugaan pelanggaran hukum dalam pelaksanaannya.
 
Proses evaluasi juga perlu menggandeng pihak lain. Mulai organisasi buruh, pengusaha, hingga akademisi.
 
(Baca: Penjualan Paket Pelatihan Kartu Prakerja Dihentikan)
 
Pemerintah menghentikan paket pelatihan program Kartu Prakerja. Penghentian berdasarkan Surat Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Nomor 6 Tahun 2020.
 
Ada empat hal yang menjadi pertimbangan paket pelatihan dihentikan. Pertama, beberapa mitra platform digital Kartu Prakerja membuat dan menawarkan paket pelatihan yang terdiri atas beberapa jenis atau kelas pelatihan yang diselenggarakan oleh satu atau beberapa lembaga pelatihan di masing-masing platform digital.
 
Kedua, tidak ada mekanisme yang dapat memastikan setiap peserta yang mengambil atau membeli paket pelatihan menyelesaikan seluruh jenis atau kelas latihan yang ditawarkan dalam paket pelatihan tersebut setelah mereka mendapatkan insentif tunai.
 
Ketiga, tidak ada laporan mengenai penilaian peserta pelatihan terhadap instruktur, sarana prasarana, dan program pelatihan. Keempat, manajemen pelaksanaan tidak dapat mengevaluasi satu atau beberapa jenis kelas pelatihan yang ada di dalam masing-masing paket.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif