Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto

Rekam Jejak Kinerja Airlangga Layak Dipertimbangkan Pemilih Pilpres 2024

Al Abrar • 25 Januari 2023 12:54
Jakarta: Sikap Partai Golkar yang memprioritaskan rekam jejak ketimbang pencitraan dalam mengusung capres didukung. Capres yang memiliki rekam jejak baik patut dipertimbangkan masyarakat.
 
Peneliti BRIN, Wasisto Rahadjo Jati mengatakan, sikap Golkar perlu didukung karena sebagai parpol besar memiliki sikap politik sendiri. Tidak mengikuti arus parpol lain yang pentingkan elektabilitas dan citra.
 
“Sikap ini mencerminkan bahwa Golkar sebagai parpol besar mempunyai prinsip politik yang dipegang daripada ikut arus,” kata Wasis saat dihubungi Rabu, 25 Januari 2023. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wasis menilai, capres yang memiliki rekam jejak patut dipertimbangkan masyarakat. Terlebih, bisa menjadi alternatif bagi publik untuk mengevaluasi capres yang akan maju di Pemilu 2024.
 
“Soal kelayakan, hal itu bisa jadi opsi alternatif bagi publik dalam mengevaluasi figur yang akan maju pilpres,” ujar Wasis.
 
Baca: Golkar Sebut Modal Airlangga Nyapres Sejahterakan Ekonomi Rakyat
 
Menurut Wasis, capres dengan rekam jejak baik bisa menjadi uji publik bagi partai politik untuk mempromosikan rekam jejak sebagai pertimbangan pemilih. Oleh karena itu ia menyarankan, agar capres dengan rekam jejak baik seperti Airlangga yang paling penting saat ini kampanye dengan masif. Termasuk dengan menggunakan media sosial sebagai tempat mempromosikan diri.
 
“Tentu yang paling utama adalah kampanye intensif,” kata Wasis.
 
Sebelumnya, Partai Golkar tak acuh soal elektabilitas ketua umum partainya Airlangga Hartarto yang masih di bawah bakal calon presiden lain. Menteri Koordinator Perekonomian itu saat tengah fokus membenahi perekonomian Indonesia. 
 
"Pak Airlangga itu fokus kerja, jadi tidak seperti orang lain yang sibuk dengan pencitraan. Tren elektabilitasnya juga kalau kita lihat dari waktu ke waktu kan naik," kata Ketua DPP Partai Golkar Lamhot Sinaga saat dihubungi, Senin, 23 Januari 2023. 
 
Menurut Lamhot, elektabilitas bukanlah sebagai penentu pegangan di pemilu 2024. Angka survei itu bisa dilihat setelah seluruh calon presiden terdaftar di Komisi Pemeilihan Umum (KPU) akhir tahun ini.
 
"Kalau sudah terdaftar kan ada keterbatasan pilihan, kalau sekarang kan banyak pilihan, maka angkanya tersebar ke mana-mana," ujar Anggota DPR Komisi VII ini.
 
Lamhot yakin, elektabilitas Airlangga bakal terdongkrak naik, sebab sebagai Menko Perekonomian, Airlangga telah berupaya agar Indonesia mampu memperlihatkan kinerja yang tetap impresif dan menghindari resesi. 
 
"Kita tahu Pak Airlangga Ketua KPC-PEN. Ini kan buah kinerja dari Menko Perekonomian. Pertumbuhan ekonomi kita bertahan bahkan tumbuh, dan itu diakui nasional dan internasional saat G-20," ujar Lamhot.
 
Oleh karena itu di tengah tantangan resesi global ini, Lamhot berpendapat capres ke depan adalah orang yang bisa membawa bangsa keluar dari krisis global yang saat ini mendera. Sehingg, investasi masuk, pertumbuhan ekonomi positif, dan lapangan kerja otomastis akan bertambah.
 
Selain itu Airlangga juga sangat konsen terhadap ekonomi kerakyatan. Salah satu contohnya dengan menambah alokasi anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR). 
 
Dengan adanya alokasi tambahan itu, dapat menumbuhkan ekonomi rakyat kecil, sektor UMKM tumbuh.
 
"Calon presiden ke depan haruslah yang memahami tantangan ekonomi global. Apalagi saat ini krisis global tengah mendera dunia," ujarnya.
 
(ALB)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif