ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Densus 88 Diingatkan Junjung Tinggi HAM Saat Menindak Teroris

Nasional terorisme MUI hak asasi manusia Teroris densus 88 DPR RI Crosscheck
Anggi Tondi Martaon • 21 November 2021 11:23
Jakarta: Densus 88 Antiteror Polri diingatkan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dalam menindak jaringan teroris. Hal itu amanat Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
 
"Jadi cara menggeledah, menjemput, dan membawa itu dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 itu menjunjung tinggi HAM," kata anggota Komisi III DPR Nasir Djamil dalam program Crosscheck Medcom.id bertema MUI Disusupi JI Negara Bukan Anti Ulama, Minggu, 21 November 2021.
 
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyampaikan UU Tindak Pidana Terorisme menyebut penindakan teroris mengacu pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pasalnya, penindakan dilakukan kepolisian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nasir menyampaikan menjunjung tinggi HAM itu disampaikan bukan karena ada kesalahan dalam penindakan teroris. Hal itu disampaikan agar Densus 88 dapat bekerja sesuai koridor peraturan perundang-undangan.
 
"Yang namanya kewenangan jika tidak diawasi dengan baik tentu berpotensi ada kesewenang-wenangan," ungkap dia.
 
Nasir menegaskan penegakkan HAM secara eksplisit ditulis dalam UU Tindak Pidana Terorisme. Di dalam aturan itu tertulis Densus harus menjunjung tinggi HAM, bukan hanya sekedar memperhatikan.
 
"Kalau memperhatikan levelnya bisa di tengah, di bawah, atau di atas. Tapi kalau menjunjung tinggi tidak mungkin di bawah," ujarnya.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif